Inflasi pangan turun, Mendagri Tito soroti peran penyaluran beras SPHP

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 6 September 2025 | 12:39 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kanan) mengklaim inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan (Instagram/titokarnavian)
Mendagri Tito Karnavian (kanan) mengklaim inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan (Instagram/titokarnavian)

GENMILENIAL.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan.

Ia menilai penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog menjadi faktor penting yang meredam gejolak harga.

“Secara nasional angka inflasi menurun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen (yoy),” kata Tito dalam keterangan resminya pada Jumat, 5 September 2025.

Baca Juga: Ekonom Arif Budimanta wafat di usia 57 tahun

Menurut Tito, cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi, namun ada pula komoditas lain yang harganya menurun berkat intervensi pemerintah.

Ia memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman, dengan distribusi SPHP berjalan lancar.

“Beras ini komoditas rakyat yang utama. Stoknya cukup banyak. Bulog sudah menjual keluar melalui SPHP dengan distribusi cukup lancar ke berbagai tempat,” ujarnya.

Tito menambahkan, penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP di berbagai daerah diharapkan bisa menekan harga beras yang sempat melonjak.

Baca Juga: Emas Antam sentuh Rp2,06 juta per gram, cetak rekor tertinggi sepanjang masa

“Dengan beras SPHP makin gencar dilakukan Bulog atas perintah Presiden Prabowo, kami harapkan harga beras di beberapa daerah bisa turun,” tegasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year sebesar 2,31 persen pada Agustus 2025, dengan deflasi 0,08 persen month-to-month.

Deflasi terutama disumbang oleh penurunan harga tomat, cabai rawit, dan bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan stok beras nasional saat ini diklaim lebih dari 4 juta ton.

Baca Juga: Fenomena September Effect: Pasar saham sering melemah, tapi lebih mirip mitos statistik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X