Pemerintah percepat operasi pasar dan tindak tegas pengoplos beras, Zulhas: Masyarakat tak perlu khawatir

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 23:21 WIB
Menko Pangan, Zulkifli Hasan menyebut pemerintah sedang mempercepat distribusi beras lewat program SPHP serta bantuan sosial (bansos) (setneg.go.id)
Menko Pangan, Zulkifli Hasan menyebut pemerintah sedang mempercepat distribusi beras lewat program SPHP serta bantuan sosial (bansos) (setneg.go.id)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah kekhawatiran publik terkait ketersediaan dan distribusi beras.

Dua langkah utama yang diambil adalah mempercepat operasi pasar serta menindak tegas praktik pengoplosan beras.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan hal ini usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.

Baca Juga: Studi: Stres pada ibu hamil bisa ganggu perkembangan otak janin, ini penjelasannya

Ia menegaskan, pelaku yang terbukti melakukan pengoplosan beras akan dikenakan sanksi tanpa kompromi.

“Yang melanggar itu akan ditindak tegas (beras oplosan),” ujar Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak khawatir terhadap isu ketersediaan beras.

Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan langkah distribusi yang lebih cepat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan sosial (bansos).

Baca Juga: Rahasia umur panjang baterai Li-ion mobil listrik: Pahami siklus hidup dan tips perawatan

“Tidak usah khawatir, kita sudah ada operasi pasar yang disetujui Bapak Presiden, 1,3 juta ton,” kata Zulhas.

Selain operasi pasar, pemerintah juga akan menyalurkan beras untuk program bantuan pangan sebanyak 365 ribu ton.

Langkah ini menjadi bentuk intervensi langsung demi membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

“Dipercepat ini sekarang untuk operasi pasar. Yang kedua, sudah ada bantuan pangan beras sebanyak 360 ribu ton,” tambahnya.

Baca Juga: Istana belum pastikan daftar mantan Presiden yang hadir di upacara 17 Agustus

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X