GENMILENIAL.ID - Lahir di Kampung Cijerehilir, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, H. Oom Abdul Rohman bukanlah figur politikus yang muncul dari keriuhan kota.
Ia anak kampung yang tumbuh dari aroma tanah basah Subang Selatan, tumbuh dalam keluarga yang sederhana namun kuat dalam prinsip dan nilai.
Lahir tahun 1967, H. Oom menempuh pendidikan dasarnya di tanah kelahirannya, sebelum berpindah-pindah sekolah mulai dari SMP di Tanjungsiang, lalu ke Subang, hingga akhirnya lulus dari SMA Negeri 1 Subang.
Baca Juga: CERPEN: Negeri di atas meja siap saji
Meski sempat mengecewakan keinginan orang tua yang bercita-cita menjadikannya seorang dokter, takdir justru menuntunnya ke ranah hukum, lewat Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA), tempat di mana karier intelektual dan kiprahnya mulai menancap.
“Saya masuk UNISBA tahun 1987. Awalnya ambil ekonomi, tapi nggak sreg. Akhirnya pindah ke Hukum dan Alhamdulillah selesai,” kenangnya.
Tamat pada 1992, ia sempat kebingungan mencari pekerjaan, hingga seorang dosen menawarinya posisi sebagai asisten dosen. Dari situlah, karier akademiknya dimulai.
Ia bertahan di UNISBA sebagai dosen hingga tahun 2009, bahkan menyelesaikan pendidikan S2 di bidang yang sama.
Baca Juga: Hokky Caraka somasi 5 netizen, bukan karena kritik tapi pelecehan terhadap kekasih
Di sela-sela mengajar, ia juga berpraktik sebagai advokat. Namun semua itu berubah saat tahun 2006 ia mulai melirik panggung politik, dan menemukan rumahnya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“PPP itu bukan partai yang asing buat saya. Keluarga saya dan keluarga mertua saya dulu aktif di PPP. Mertua saya malah pernah jadi anggota dewan zaman Orde Baru,” ujarnya.
PPP menjadi partai pertamanya dan satu-satunya hingga kini. Ia memulai langkah di politik lewat struktur DPC PPP Subang, diawali sebagai sekretaris.
Saat itu, ia masih dosen aktif, bolak-balik Subang–Bandung tiap minggu. Namun keinginannya untuk 'melihat dari dalam' dunia politik mendorongnya semakin aktif.
Baca Juga: Batal nikah di Italia, Luna Maya dan Maxime Bouttier pilih Bali demi undang lebih banyak tamu
Artikel Terkait
Mayjen Deddy Suryadi, mantan ajudan Presiden Jokowi resmi jabat Pangdam Jaya
Forum BUMDES Subang dorong pemberdayaan lewat beasiswa, BPJS Kesehatan, stunting, dan UMKM
AKBP Ariek serahkan kepemimpinan Kapolres Subang kepada AKBP Dony Eko Wicaksono
AKBP Dony Eko Wicaksono resmi jabat Kapolres Subang, tegaskan komitmen lanjutkan program strategis nasional
Penunjukan 24 calon Dubes oleh Prabowo, Istana: Ada banyak pertimbangan strategis
Istana tegaskan Indonesia tak mundur dari BRICS meski dihantui ancaman tarif tambahan AS
Wakapolres Subang pimpin pengecekan senpi, tegaskan disiplin dan tanggung jawab personel