Penunjukan 24 calon Dubes oleh Prabowo, Istana: Ada banyak pertimbangan strategis

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 13 Juli 2025 | 17:56 WIB
Kepala PCO Hasan Nasbi saat mengungkapkan alasan pemilihan calon dubes oleh Prabowo (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)
Kepala PCO Hasan Nasbi saat mengungkapkan alasan pemilihan calon dubes oleh Prabowo (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan 24 nama calon duta besar untuk negara-negara sahabat.

Proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon tersebut telah digelar oleh Komisi I DPR RI pada 5–6 Juli 2025 lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menanggapi penunjukan tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pengajuan nama-nama calon dubes adalah hak prerogatif presiden.

Ia juga menyebutkan bahwa banyak faktor yang menjadi dasar pertimbangan penunjukan ini.

Baca Juga: 'Telkomsel Kejam', DPR desak Erick Thohir evaluasi praktik hanguskan sisa kuota pelanggan

“Pertimbangannya tentu banyak, termasuk situasi global yang dinamis juga menjadi faktor penting bagi Presiden,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juli 2025.

Dari 24 nama yang diajukan, 18 di antaranya merupakan pejabat karier di bidang diplomasi. Sementara itu, enam nama lainnya berasal dari kalangan non-karier.

Menurut Hasan, hal tersebut juga dipertimbangkan secara matang.

“Mereka yang bukan diplomat karier tetap dipilih karena memiliki kemampuan, modal sosial, keluwesan, dan jaringan internasional yang luas di negara tujuan,” jelas Hasan.

Baca Juga: Trump terapkan tarif 32 persen untuk produk RI mulai Agustus, Istana: Masih ada peluang negosiasi

Ia menegaskan bahwa integritas dan kompetensi tidak hanya ditentukan dari latar belakang karier, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika negara yang bersangkutan.

“Kalau tahu medan, punya networking, dan kelincahan diplomasi, itu juga sangat penting,” imbuhnya.

Hasan menambahkan, pengisian jabatan duta besar memang perlu segera dilakukan, mengingat beberapa pos sudah lama kosong.

Di antaranya adalah posisi duta besar RI untuk Amerika Serikat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X