Mengintip kekurangan Suzuki Fronx di balik interior elegan dan gaya sporty

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 1 Juli 2025 | 14:54 WIB
Interior mobil Suzuki Fronx (X.com/@MasMasBiasssaa)
Interior mobil Suzuki Fronx (X.com/@MasMasBiasssaa)

GENMILENIAL.ID – Suzuki resmi meluncurkan Fronx sebagai crossover terbaru di segmen B-SUV Indonesia pada 2025.

Diperkenalkan dengan desain interior yang terbilang elegan dan harga mulai dari Rp259 juta (OTR Jakarta), Fronx menyasar kelas menengah atas dengan menawarkan kombinasi gaya sporty, teknologi hybrid, serta kesan modern dalam kabin.

Namun di balik tampilan menariknya, Fronx ternyata masih menyisakan beberapa kekurangan yang patut jadi pertimbangan calon konsumen.

Desain kabinnya sempat menuai pujian dari warganet, seperti akun X (Twitter) @MasMasBiassaa yang mengunggah pengalamannya saat melihat langsung interior Fronx.

Baca Juga: Robot pintar Polri unjuk aksi lacak bom di hadapan Presiden Prabowo saat defile HUT ke-79 Bhayangkara

“Interiornya mewah. Bagi yang sudah familiar dengan Baleno hatchback tentunya tidak bakal terlalu kaget,” tulisnya, dikutip Selasa, 1 Juli 2025.

“Desainnya simpel, tapi elegan,” sambungnya.

Fronx sendiri hadir dengan dua pilihan mesin 1.5L biasa dan 1.5L mild hybrid SHVS (Smart Hybrid Vehicle Suzuki).

Teknologi hybrid ini memadukan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion untuk mendukung efisiensi bahan bakar melalui fitur seperti Engine Auto Stop.

Meski terlihat menjanjikan, berikut adalah beberapa kekurangan Suzuki Fronx yang banyak disorot:

Baca Juga: Update kasus perempuan tewas di saluran irigasi Subang: Korban diketahui alami gangguan jiwa, diduga tenggelam

Kekurangan Suzuki Fronx:

  • Tidak tersedia mesin turbo di Indonesia
    Di pasar global, Fronx dibekali mesin 1.0L Boosterjet Turbo. Namun untuk pasar Indonesia, Suzuki hanya menawarkan versi mesin 1.5L dan 1.5L mild hybrid. Kehadiran turbo yang absen cukup disayangkan bagi konsumen yang mendambakan performa lebih bertenaga.

  • Material kabin standar
    Meski desain interior terlihat elegan, penggunaan material kabin masih didominasi plastik keras dan kain standar. Selain itu, ruang kaki penumpang belakang kurang lega dan kursi belakang tidak bisa diatur kemiringannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X