Mobil tak kunjung selesai diperbaiki, pengguna Ioniq 5 kritik Hyundai: Promosi gencar tapi after-sales mengecewakan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:42 WIB
Perusahaan otomotif multinasional asal Korea Selatan, Hyundai (Unsplash.com/Komorebi Photo)
Perusahaan otomotif multinasional asal Korea Selatan, Hyundai (Unsplash.com/Komorebi Photo)

GENMILENIAL.ID – Seorang pengguna mobil listrik Hyundai Ioniq 5, Indra Nurzam Chalik Anwar, meluapkan kekecewaannya di media sosial karena kendaraan miliknya tak kunjung selesai diperbaiki sejak Maret 2025 lalu.

Mobil milik Indra terendam banjir bandang yang melanda Jabodetabek awal Maret, dan langsung dibawa ke bengkel Hyundai Harapan Indah, Bekasi.

Namun hingga pertengahan Juni 2025, ia menyebut tidak ada progres berarti dari pihak bengkel.

“Cukup tiga bulan saya beri waktu, 10 Maret sampai 10 Juni 2025. Tidak lagi berharap mobil saya selesai,” tulis Indra melalui akun Instagram @indracanwar pada 14 Juni 2025.

Baca Juga: Iran-Israel memanas, TNI siap evakuasi 126 WNI dari wilayah konflik

Indra mengaku telah mengajukan permintaan penggantian unit baru, tetapi tak kunjung mendapat tanggapan memuaskan dari pihak Hyundai.

“Saya mau penggantian unit baru. Setelah komplain masuk media, tetap tidak ada tindakan berarti dari @hyundaimotorgroup.official dan @hyundaimotorindonesia,” lanjutnya.

Ia menilai manajemen Hyundai buruk, mulai dari komunikasi tidak jelas, proses perbaikan lamban, hingga saling lempar tanggung jawab antara pusat dan dealer. Indra bahkan menyebut Hyundai tak memahami produk mereka sendiri.

Indra membeli Ioniq 5 secara kredit di dealer Hyundai Summarecon Bekasi pada Oktober 2024 dengan asuransi all risk perluasan banjir.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel dan arsitektur baru Timur Tengah: Perspektif peneliti UI

Namun, pasca banjir dan masuk bengkel, proses perbaikan berjalan sangat lambat.

Ia mengungkap hanya dua dari 18 onderdil yang tersedia saat terakhir dicek, dan mobil sempat dipindahkan ke bengkel Kalimalang.

“Selama ini saya tetap membayar angsuran Rp15 juta per bulan. Kalau telat, ada peringatan dan denda harian,” ujarnya.

Indra mengaku harus menggunakan transportasi umum untuk praktik di tiga rumah sakit tempatnya bekerja, yang menambah beban biaya dan waktu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X