GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan insentif pajak demi menggairahkan pasar kendaraan listrik nasional.
Namun, hingga Mei 2025, kenyataan di lapangan tak sejalan dengan harapan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) justru mengalami penurunan.
Total penjualan wholesales untuk Mei tercatat 6.391 unit, turun 13,63 persen dibanding April 2025.
Baca Juga: Waspada pasang puncak! BPBD DKI imbau warga pesisir siaga hadapi rob hingga 29 Juni
Yang lebih ironis, dominasi pasar justru dirajai oleh mobil listrik impor utuh (CBU) dari China.
Tiga besar mobil listrik terlaris semuanya berasal dari grup BYD, yakni BYD Sealion 7 (1.232 unit), BYD M6 (1.184 unit), dan Denza D9 (630 unit).
Ketiganya bukan diproduksi di dalam negeri, melainkan diimpor langsung dari China.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar atas efektivitas insentif fiskal seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang tertuang dalam PMK Nomor 12 Tahun 2025.
Baca Juga: Penanda medis jadi inovasi pengawasan kesehatan dalam retret kepala daerah di IPDN Jatinangor
Alih-alih mendorong tumbuhnya industri otomotif listrik lokal, insentif justru dinikmati oleh produk impor.
Kendati demikian, beberapa pabrikan lokal mulai menunjukkan taji. Chery J6 yang dirakit di Bekasi berhasil menjual 580 unit, sedangkan lini kendaraan listrik Wuling yang diproduksi di Cikarang juga menorehkan penjualan yang cukup solid: Wuling Air EV (419 unit), Cloud EV (419 unit), dan Binguo EV (210 unit).
Di luar itu, model lain seperti Geely EX5 (377 unit) dan Hyundai Ioniq 5 (226 unit) juga masuk dalam 10 besar.
Artikel Terkait
Pemilik mobil dinas RI-36 tuai sorotan, ini 3 fakta menohok pejabat di Swedia yang sederhana tanpa hak istimewa
Cerita Prabowo usai pangkas anggaran Rp306 T: Banyak pejabat belum punya mobil dinas, 6 bulan kerja bakti
Ketika ribuan staf MBG belum terima gaji, Prabowo justru sedih menterinya tak dapat mobil dinas
Elon Musk gagal bujuk Donald Trump batalkan tarif impor, ekonom prediksi harga mobil akan meroket
Ketika Prabowo ingin petani punya rumah dan mobil mewah, harga gabah justru anjlok tak sesuai harapan
Mobil tak kunjung selesai diperbaiki, pengguna Ioniq 5 kritik Hyundai: Promosi gencar tapi after-sales mengecewakan
Xpeng G6: Janji manis mobil listrik CBU Rp599 juta, siapkah hadapi realitas pasar Indonesia?