Secara keseluruhan, pasar otomotif Indonesia juga mengalami tekanan. Total penjualan mobil wholesale Januari–Mei 2025 turun 5,5 persen year-on-year menjadi 316.981 unit, sementara penjualan retail turun lebih dalam hingga 9,2 persen menjadi 328.852 unit.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat tengah tertekan, dan bahwa adopsi mobil listrik, terlepas dari stimulus pajak, masih menghadapi tantangan besar, baik dari sisi harga, infrastruktur pengisian daya, maupun preferensi konsumen yang belum sepenuhnya bergeser.***
Artikel Terkait
Pemilik mobil dinas RI-36 tuai sorotan, ini 3 fakta menohok pejabat di Swedia yang sederhana tanpa hak istimewa
Cerita Prabowo usai pangkas anggaran Rp306 T: Banyak pejabat belum punya mobil dinas, 6 bulan kerja bakti
Ketika ribuan staf MBG belum terima gaji, Prabowo justru sedih menterinya tak dapat mobil dinas
Elon Musk gagal bujuk Donald Trump batalkan tarif impor, ekonom prediksi harga mobil akan meroket
Ketika Prabowo ingin petani punya rumah dan mobil mewah, harga gabah justru anjlok tak sesuai harapan
Mobil tak kunjung selesai diperbaiki, pengguna Ioniq 5 kritik Hyundai: Promosi gencar tapi after-sales mengecewakan
Xpeng G6: Janji manis mobil listrik CBU Rp599 juta, siapkah hadapi realitas pasar Indonesia?