“Hyundai gencar berpromosi, tapi buruk dalam layanan after-sales,” kritiknya.
Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Hyundai Indonesia atas keluhan tersebut.
Padahal, Hyundai melalui laman resminya mencantumkan sejumlah janji layanan purna jual, seperti:
- Penggantian unit baru untuk kerusakan parah di atas 50 persen dari harga kendaraan (berlaku 1 tahun),
- Jaminan biaya medis hingga Rp100 juta untuk korban kecelakaan,
- Pelunasan cicilan jika pengguna mengalami cacat permanen atau meninggal akibat kecelakaan,
Baca Juga: Dishub Subang tegaskan: Taati aturan ODOL demi keselamatan dan keadilan di jalan raya
- Penggantian ban rusak akibat insiden lalu lintas,
- Jaminan harga jual kembali sebesar 70 persen jika melakukan trade-in di tahun ke-3.
Indra kini berharap Hyundai bisa membuktikan komitmen layanan yang dijanjikan, bukan sekadar promosi di permukaan.***
Artikel Terkait
Pasca viral oknum ormas bakar mobil polisi, Dedi Mulyadi justru minta wali kota Depok beri perhatian ke anak-istri pelaku
Ramai insiden pembakaran mobil polisi di Depok: Dedi Mulyadi klaim itu masalah premanisme, bukan ormas kelembagaan
Mobil Lexusnya disoroti karena nunggak pajak sampai Rp40 juta, Dedi Mulyadi beri alasan ini
Disorot karena nunggak pajak, mobil Dedi Mulyadi tiba-tiba berubah plat Jawa Barat
Kejagung sita aset tersangka Ariyanto Bakri di kasus suap hakim di PN Jakarta: Terdapat 2 kapal hingga 5 mobil mewah
Demi rumah tak dibongkar, Atalarik Syach nyaris serahkan BPKB mobil hingga bayar Rp200 juta! ada apa?
Ramai dugaan pelat nomor mobil penabrak mahasiswa UGM diganti, polisi: Ada motif mengaburkan barang bukti