Digelar dengan biaya APBN, ini dua manfaat dan tujuan retret kepala daerah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 23 Februari 2025 | 23:49 WIB
Manfaat diadakan retret kepala daerah selama satu minggu di Akmil Magelang 21-28 Februari 2025 (Instagram/kemendagri)
Manfaat diadakan retret kepala daerah selama satu minggu di Akmil Magelang 21-28 Februari 2025 (Instagram/kemendagri)

GENMILENIAL.ID - Para kepala daerah yang baru dilantik pada 20 Februari 2025 langsung menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Agenda retret kepala daerah ini akan berlangsung selama seminggu yakni pada 21 hingga 28 Februari 2025.

Selama retret, para kepala daerah akan mendapatkan materi untuk pemahaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat di daerah masing-masing.

Para menteri akan menjadi pengisi retret ini dengan memberikan materi berkaitan dengan pengelolaan anggaran di tengah efisiensi hingga wawasan kebangsaan.

Baca Juga: Ada kepala daerah yang absen ikut retret di Magelang, Mendagri Tito: Ya rugi sendiri

Biaya retret ini sepenuhnya dibebankan kepada APBN dari melalui Kementerian Dalam Negeri.

Tujuan diadakan retret kepala daerah

Setidaknya, ada dua tujuan utama mengapa retret kepala daerah ini digelar.

Menyatukan Visi Misi dengan Pemerintah Pusat

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam konferensi pers mengenai retret di Magelang pada Sabtu, 22 Februari 2025 mengatakan kalau retret ini untuk memperkuat kompetensi kepala daerah.

Juga ada pembekalan yang diberikan kepada kepala daerah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Baca Juga: Luhut ungkap rencana penghapusan BBM subsidi, DPR beri bantahan dan katakan Presiden tetap lindungi masyarakat kecil

Seperti pada pemahaman tentang tugas pokok sebagai kepala daerah, pemahaman program Asta Cita, hingga program kerja di setiap kementerian.

“Para menteri 42 orang itu akan bicara soal Asta Cita, diturunkan lagi, bukan hanya makan bergizi, tapi soal ketahanan pangan, persoalan irigasi, bagaimana soal pendidikan, kesehatan, kependudukan, banyak itu," ujar Bima Arya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X