Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 14 Maret 2025 | 18:49 WIB
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun gelar Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental di UKWMS Kampus Kota Madiun pada Kamis, 13 Maret 2025
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun gelar Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental di UKWMS Kampus Kota Madiun pada Kamis, 13 Maret 2025

Baca Juga: Dua foto baru Kim Soo-hyun dan mendiang Kim Sae-ron dibocorkan, ada tangkapan layar chat permintaan tolong: Selamatkan saya

Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditampilkan, Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental menjadi bukti bahwa sastra mampu menjadi jembatan untuk membangun pemahaman, empati, dan kebersamaan dalam keberagaman.

Dalam acara ini, Fileski membacakan puisi karyanya yang berjudul 'Sungai yang Tersesat'

Aku pernah menjadi sungai besar,
mengalir deras seperti urat nadi bumi,
tapi aku tersesat,
di lorong-lorong beton,
di sempitnya belukar pemukiman,
di dada yang sesak tanpa oksigen.

Baca Juga: Serba Kim Soo-hyun, wawancara Kim Sae-ron 8 tahun lalu jadi perbincangan: Akan menyenangkan bisa satu proyek bersama

Aku mengetuk pintu rumah-rumah,
yang bukan milikku,
dengan tangan yang gemetar,
menyeret jendela, merobek pintu,
sebab aku mencari jalanku.

Aku bukan tamu yang sopan,
aku datang membawa amarah,
dan reruntuhan doa yang tak didengar.

Dulu, aku penyembuh dahaga ladang-ladang,
kini aku hanya teriakan malam,
menggulung lampu-lampu kota,
mengubur nyawa ke dalam lumpur,
membasuh sejarah dengan kesedihan.

Baca Juga: Serba Kim Soo-hyun, wawancara Kim Sae-ron 8 tahun lalu jadi perbincangan: Akan menyenangkan bisa satu proyek bersama

Salahkah aku,
jika aku menuntut jalan pulang?

2025 

Haris Saputra koordinator Gusdurian juga membacakan puisi karya Fileski: 

Benih-benih yang berpuasa 

Lihatlah benih di dalam tanah,
ia tidak memaksa dirinya tumbuh,
ia menunggu, menahan,
ia percaya pada sang waktu.

Baca Juga: Kim Sae-ron selalu dijaga oleh keluarganya, sang bibi ceritakan momen saat mendiang memasak untuknya: Itu makanan terakhir yang ia masak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X