Universitas Muhammadiyah Jakarta jadi tuan rumah Konferensi Penyiaran Indonesia 2024

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Sabtu, 2 November 2024 | 17:34 WIB
UMJ menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Penyiaran Indonesia 2024
UMJ menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Penyiaran Indonesia 2024

Fungsi kedua, pengawasan. Komisi I DPR RI akan secara berkala melakukan rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, KPI dan pemangku kepentingan lainnya.

Itu dilakukan untuk memastikan roadmap digitalisasi penyiaran berjalan sesuai dengan jalur yang diindinkan.

Ketiga, fungsi penganggaran, Komisi I DPR RI berkomitmen memperjuangkan alokasi anggaran yang memadai bagi akselerasi transformasi digital penyiaran dan mendorong program strategis seperti pengembangan infrastruktur digital di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Baca Juga: Hanya karena ucapan tak etis, Intel kini hadapi penurunan margin keuntungan akibat diskon 40 persen pasokan chip yang dipasok TSMC

Menurutnya, transformasi digital penyiaran bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan bagian integral dari upaya membangun kedaulatan informasi dan memperkuat demokrasi Indonesia.

"Melalui digitalisasi penyiaran kita membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap informasi yang berkualitas, mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah, dan memperkuat kohesi sosial dengan konten yang beragam dan berkualitas," terangnya.

Ahmad juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan transformasi digital penyiaran Indonesia.

Ia berharap semoga konferensi ini mampu menghasilkan pemikiran dan gagasan konstruktif untuk memajukan industri penyiaran Indonesia di era digital.

"Mari membangun industri penyiaran yang lebih maju, berdaya saing, berkelanjutan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia," kata Ahmad.

Baca Juga: 25 Pelajar yang tergabung dalam geng ‘Avatar Mistery’ diamankan Polsek Purwadadi, sejumlah barang bukti yang disita ini bikin geleng-geleng kepala

Komisioner KPI Bidang Kelembagaan sekaligus Dosen FISIP UMJ, Amin Shabana mengatakan meskipun baru tahun pertama berskala internasional, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 140 paper dari tujuh negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Cina, Australia dan Skotlandia.

“Yang sangat menggembirakan juga adalah keterlibatan tiga negara dalam kegiatan kompetisi penyiaran sebagai kegiatan Pre-event Konferensi Penyiaran Indonesia. KPI tentu sangat menunggu berbagai kajian yang dipresentasikan oleh para narasumber dan peneliti yang terlibat dalam call for papers tersebut”, ucap Amin.

Seminar Internasional pada konferensi ini menghadirkan pembicara dari luar negeri, yaitu Dr. Daphne-Tatiana Canlas (University of Philippines, Diliman) dan Dr. Rosya Izyanie Binti Shamsudeen (University of Malaya).

Sementara itu, untuk pembicara dari dalam negeri di antaranya Rachmat Akbari (Chief of Technology Officer Group EMTEK), Dr. Dadang Rahmat Hidayat (Universitas Padjadjaran), dan Nuzula Anggeraini (Director of Politics and Communication Kementerian PPN/Bappenas).

Baca Juga: Dalam waktu 2 bulan, Polres Subang ungkap 18 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Subang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X