humaniora

Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:19 WIB
Mengintip cerita pilu seorang ibu yang kembali datangi area rumahnya pascabencana longsor di Aceh Tengah (Instagram.com/@keber_gayo)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam bagi para korban.

Hingga kini, trauma akibat peristiwa tersebut masih dirasakan sebagian warga yang kehilangan rumah dan tempat tinggal.

Salah satu kisah pilu datang dari Ibu Suarni, warga Desa Kelitu, Kabupaten Aceh Tengah, yang akhirnya memberanikan diri kembali meninjau area rumahnya setelah lebih dari tiga bulan berlalu sejak bencana longsor terjadi.

Momen mengharukan itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram @keber_gayo pada Kamis, 5 Februari 2026, dan langsung menyita perhatian warganet.

Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan tegaskan bukan badan usaha pencari profit, ungkap aliran dana warga miskin dan mampu

Tiga bulan trauma, akhirnya kembali ke lokasi bencana

Dalam unggahan tersebut disebutkan, Ibu Suarni sempat mengalami trauma mendalam sehingga belum berani kembali melihat rumahnya yang telah rata dengan tanah akibat longsor.

“Sudah lebih dari tiga bulan, Ibu Suarni belum berani melihat rumahnya yang rata dengan tanah akibat longsor di Desa Kelitu, Aceh Tengah,” tulis akun @keber_gayo.

Rasa takut dan trauma membuatnya menghindari lokasi bencana untuk waktu yang cukup lama. Namun, dengan mengumpulkan keberanian, ia akhirnya datang kembali ke area tersebut bersama anaknya.

“Ia akhirnya memberanikan diri datang bersama anaknya untuk melihat kondisi rumah yang telah hilang tersapu longsor,” lanjut keterangan unggahan itu.

Baca Juga: Sempat viral di medsos, cerita warga Aceh Tamiang bertahan di SPBU saat banjir bandang: Enam hari tanpa makan

Tangis pecah saat menatap sisa kehidupan yang hilang

Dalam cuplikan video yang beredar, terlihat Ibu Suarni memeluk erat anaknya, seolah saling menguatkan di tengah luka batin yang masih membekas.

Sambil mengais beberapa sayuran yang dibawanya, Suarni tak kuasa menahan air mata saat menatap area yang dahulu menjadi tempat tinggal dan saksi kehidupan keluarganya.

Halaman:

Tags

Terkini