Ia menambahkan bahwa sebagian besar rumah warga kini hanya menyisakan tapak bangunan.
“Ini tinggal tapak rumah. Rumah kami rata-rata hancur. Di Sekumur ini banyak sekali kayu sisa banjir,” katanya.
Huntara belum dibangun
Hingga awal Februari 2026, warga Desa Sekumur menyebut belum ada pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah mereka.
Baca Juga: Ngaku dibegal, akuntan SPPG di Aceh Utara diduga rekayasa kasus demi tutupi penggelapan Rp59 juta
“Belum ada hunian sementara di Desa Sekumur. Kami semua masih tinggal di dalam tenda,” tegas warga tersebut.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan agar mereka dapat menjalani Ramadan dengan kondisi yang lebih layak serta memiliki kepastian tempat tinggal ke depan.***