GENMILENIAL.ID — Musisi Baskara Putra menyuarakan kritik keras terhadap anggapan yang kerap mengecilkan Aksi Kamisan sebagai sekadar isu musiman atau 'lima tahunan'.
Hal itu disampaikannya saat berorasi dalam peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Januari 2026.
Momen tersebut menjadi sorotan publik setelah cuplikan orasi vokalis band Hindia itu viral di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @konserfeeds pada Jumat, 16 Januari 2026, Baskara tampak menyampaikan kegelisahannya atas narasi yang beredar di ruang digital, khususnya saat momentum politik seperti pemilu.
Kritik narasi 'Isu lima tahunan'
Baskara mengungkapkan pengalamannya melihat komentar warganet yang menyebut Aksi Kamisan hanya digoreng setiap lima tahun sekali.
“Saya ada momen di Pemilu terakhir, lihat video kawan-kawan Kamisan ada di sini, masuk TikTok. Terus ada komentar, ‘ah ini mah isu lima tahunan’,” ujar Baskara dalam orasinya.
Menurutnya, narasi tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga melukai perasaan para keluarga korban pelanggaran HAM berat yang selama hampir dua dekade konsisten menyuarakan tuntutan keadilan.
“Saya nggak setiap minggu ada di sini, tapi saya saja sakit hati bacanya. Saya nggak kebayang gimana rasanya bagi kawan-kawan yang terorganisir dan hadir di sini setiap Kamis,” lanjutnya.
Baca Juga: ICW soroti pengadaan MBG, pembelian sendok bebek 2025 disebut habiskan Rp4 miliar
Kisah ibu Sumarsih dan tragedi Semanggi I
Dalam orasi tersebut, Baskara juga menyinggung keterlibatannya secara personal dalam isu HAM, salah satunya melalui karya musik.
Ia mengaku pernah membuat lagu yang terinspirasi dari kisah Ibu Sumarsih, orang tua korban Tragedi Semanggi I.