humaniora

Krisis air bersih pascabanjir, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air sumur keruh demi bertahan hidup

Selasa, 23 Desember 2025 | 15:19 WIB
Tangkapan layar kondisi air sumur yang digunakan warga Aceh Tamiang untuk mencuci dan mandi (TikTok/ayu miranda shop)

“Walaupun tidak jernih, tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi,” lanjut perempuan tersebut.

Baca Juga: Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak

Kebutuhan sanitasi menjadi prioritas utama bagi warga di tengah keterbatasan sarana dan belum pulihnya infrastruktur air bersih.

Warga menyadari risiko kesehatan, namun kondisi darurat membuat mereka tak memiliki alternatif lain.

Warga berbagi titik sumur darurat

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga berkumpul di beberapa titik sumur yang masih mengeluarkan air, meski kualitasnya sangat memprihatinkan.

Warga saling berbagi informasi mengenai lokasi sumur yang masih bisa digunakan.

Baca Juga: Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar

“Di sini ada beberapa titik sumur yang bisa kita ambil,” katanya sambil memperlihatkan aktivitas warga di sekitar sumur.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana warga Aceh Tamiang saling bergotong royong untuk bertahan hidup di tengah krisis pascabencana.

Seperti kembali ke zaman dulu

Bagi warga, kondisi ini terasa seperti kemunduran yang menyakitkan.

Akses terhadap air bersih yang sebelumnya mudah kini berubah menjadi perjuangan harian.

Baca Juga: Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan

“Airnya memang tidak jernih, jadi seperti kembali ke zaman dulu,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini