Di luar, matahari Gaza mulai terbenam, memancarkan warna-warna suram di atas kehancuran.
Di dalam tenda merah muda yang aneh itu, kekacauan berlanjut, diselingi teriakan para pemimpin dunia yang dikejar oleh potongan-potongan tubuh plastik dan kaca.
Sebuah orkestra absurditas yang memilukan, di mana bisikan-bisikan keadilan yang terabaikan akhirnya menemukan suaranya melalui benda mati.
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja