Mereka tidak hanya berupaya mengendalikan api, tetapi juga bergerak ketika menemukan kondisi lain yang membutuhkan pertolongan di sekitar lokasi.
"Inilah perjuangan relawan. Gelap dan terang tetap bergerak," imbuhnya.
Hujan jadi jeda bagi relawan Karhutla
Setelah 67 hari berhadapan dengan panas dan asap, turunnya hujan menghadirkan suasana haru bagi para relawan karhutla di Kalimantan Barat.
Pelukan, rasa syukur, hingga kesempatan untuk pulang lebih awal menjadi gambaran bagaimana hujan begitu berarti setelah perjuangan panjang melawan kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Harapan warga Pontianak saat hujan deras akhirnya turun: Semoga menghilangkan asap selamanya
Bagi mereka, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Guyuran air menjadi momen yang membawa rasa lega setelah berhari-hari berada di tengah perjuangan memadamkan api karhutla.
Perjalanan para relawan pun menjadi gambaran tentang keteguhan mereka dalam menghadapi kondisi di lapangan.
Di tengah gelap, panas, asap, dan lelah, mereka tetap bergerak hingga datangnya hujan memberikan jeda untuk beristirahat.
Semoga setiap langkah kecil para relawan pemadam karhutla menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk menjaga Kalimantan dan lingkungan di sekitarnya.***
Artikel Terkait
Viral momen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran ke lokasi karhutla usai ramai dikritik ihwal penanganan bencana
Pelarian sunyi orang utan ‘sempurna’ dari amukan karhutla di Kalbar: Terbaring dalam parit, berakhir duka
2 Relawan damkar di Kalteng wafat usai berjuang padamkan karhutla, diduga kelelahan usai padamkan api
BGN tak membantah MBG sempat disalurkan saat sekolah libur dampak karhutla: Dapur sudah persiapan, harus dimasak dan diambil
Saat Upin dan Ipin ikut bersuara soal dampak asap karhutla yang merebak dari Kalimantan-Sumatera
Karhutla di Gunung Awu Sangihe, diduga berawal dari kompor portabel milik guide pendaki yang dipakai masak mi
Viral helikopter raksasa milik Jepang diterjunkan ke Kalbar, diklaim untuk bantu padamkan karhutla