Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 16 September 2026 | 21:44 WIB
Mengintip momen haru saat para relawan pemadam karhutla di Kalbar saksikan hujan turun usai 67 hari berjuang padamkan titik api (Instagram.com/@asrulputrananda)
Mengintip momen haru saat para relawan pemadam karhutla di Kalbar saksikan hujan turun usai 67 hari berjuang padamkan titik api (Instagram.com/@asrulputrananda)

"Allah menurunkan hujan tepat di wajah para relawan, tak banyak kata, kami hanya bisa bersujud dan bersyukur," terang Asrul.

Dalam rekaman tersebut, tampak Asrul bersama rekan-rekan relawan saling berpelukan.

Mereka tak kuasa menahan kebahagiaan setelah sekian lama berada di tengah kondisi panas dan asap akibat karhutla.

"Saya menyaksikan langsung kebahagiaan itu, wajah-wajah 67 hari terbiasa dengan panas dan asap, hari ini dibasahi hujan," ujar Asrul.

Baca Juga: Tiga calon Sekda Subang bakal diuji eselon II dan III, Kang Rey tutup ruang lobi pribadi

Menurut Asrul, turunnya hujan juga membuat para relawan dapat beristirahat lebih awal setelah menjalani perjuangan panjang di lapangan.

"Untuk pertama kalinya kami bisa pulang lebih awal, bukan karena menyerah, tapi karena Allah memberikan jeda untuk kami beristirahat," tambahnya.

Amukan karhutla di kubu raya, Kalbar

Sebelumnya, Asrul juga sempat berjuang memadamkan kobaran karhutla di area Bandar Udara Supadio, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Para relawan bergerak menuju lokasi setelah mendapat laporan dari warga mengenai kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Baca Juga: Ega Anjani dorong UMKM Subang tembus pasar internasional, fokus kualitas hingga branding

Selain berhadapan dengan kobaran api, perjuangan di lapangan juga memperlihatkan kondisi lingkungan yang terdampak.

Asrul menuturkan, di sebuah muara yang airnya mulai disedot, relawan menemukan labi-labi yang kesulitan bertahan hidup. Hewan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Di muara yang airnya mulai disedot, ditemukan labi-labi yang kesulitan bertahan. Relawan kemudian memindahkannya ke tempat yang lebih aman," tutur Asrul.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan para relawan dalam menghadapi karhutla di Kalimantan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB
X