“Tangan saya sebelah kiri ini patah, jadi tidak bisa memegang dengan benar,” tuturnya.
Karena kondisi tersebut, ia kesulitan mengaduk nasi goreng secara manual seperti pedagang pada umumnya.
Namun alih-alih berhenti berjualan, ia justru mencari solusi dengan merakit alat bantu sendiri.
Ia mengaku sudah menggunakan mesin tersebut selama sekitar tiga tahun, sementara usaha nasi gorengnya telah dirintis sejak 2016.
Banjir simpati warganet
Kisah 'Nasi Goreng Robot' itu pun menuai banyak simpati di kolom komentar. Warganet memuji semangat sang kakek yang tidak menyerah pada keterbatasan fisik.
“Beliau adalah sumber daya manusia yang mahal, semoga sehat selalu dan laris terus,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga mendoakan agar usaha sang kakek semakin lancar dan rezekinya terus mengalir.
Hingga Rabu 25 Februari 2026 siang, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 30 ribu pengguna Instagram dan terus dibagikan ulang oleh berbagai akun.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya. Dengan kreativitas dan semangat pantang menyerah, siapa pun tetap bisa bertahan dan bahkan menginspirasi banyak orang.***
Artikel Terkait
Masih ingat lomba masak nasi goreng khas Mbak Ita? terungkap di persidangan Tipikor acara didanai potongan insentif pegawai Bapenda
Kilas balik kabar mutasi camat yang diduga karena menyindir lomba masak nasi goreng khas Mbak Ita, kini terungkap acara didanai potongan insentif ASN
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah
Viral perjuangan guru di Padang Pariaman kunjungi rumah siswa, lewati sawah hingga naik bukit
Bertahan 12 hari di rooftop saat banjir Aceh Tamiang, kisah warga saling jaga dan saling bantu
Peluk boneka orang utan pengganti induknya, kisah bayi monyet punch di Jepang bikin haru
Driver ojol di Sarinah tawarkan ongkos Rp5 ribu, kisah HP terlindas dan dijambret bikin penumpang tersentuh