“Ada (siswa) yang raut mukanya tampak bingung, tapi ada juga yang happy main air. Jadi sungai dong kelasnya, mantap,” tulisnya.
Meski sebagian siswa tampak berusaha menikmati keadaan, kondisi tersebut dinilai tidak seharusnya dibiarkan terus berulang.
Baca Juga: Putus rantai tengkulak, Polri fasilitasi KUR dan penyerapan bulog bagi petani jagung
“Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan mau dijaga terus,” lanjutnya menanggapi komentar warganet.
Tak hanya ruang kelas, halaman sekolah di sekitarnya juga tampak dipenuhi genangan air berwarna cokelat setiap hujan turun.
Sekolah terisolir dan akses sangat sulit
Pemilik akun juga mengungkapkan bahwa SDN Leomanu memiliki 71 siswa, dengan kondisi akses yang sangat terbatas.
Sekolah tersebut berjarak sekitar 10 jam perjalanan dari Kota Kupang dan harus melewati sungai lebar tanpa jembatan.
Baca Juga: Deretan brand otomotif luncurkan produk baru dan aktivitas seru di IIMS 2026
“Sekolahnya sejauh 10 jam dari kota Kupang. Tidak lupa harus menyeberangi sungai lebar tanpa jembatan dan kalau hujan besar, dia juga banjir parah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat musim hujan tiba, wilayah sekolah kerap terisolir dan sulit dijangkau.
“Jadi, kalau musim hujan kayak gini, biasa terisolir,” lanjutnya.
Menuai keprihatinan warganet
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 50 ribu kali dan dibanjiri komentar warganet. Banyak yang menyampaikan rasa prihatin sekaligus harapan agar ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.
Baca Juga: Viral sopir MBG tabrak gerbang SDN Clapar Kebumen, warga ikat sopir yang rusuh
Artikel Terkait
Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?
Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia
Cerita haru Sekjen Kemensos menjemput anak Sekolah Rakyat yang tinggal di pedalaman hutan Kalteng, rumahnya tak berlistrik
Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak
Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah
Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah