“Semoga tidak sampai terendam lagi,” tulis warganet lain dengan akun @nme****a.
Baca Juga: ESAI: 'Sirisihin' Madiun berdialog seni rupa, ekosistem, dan kejujuran berkarya
Huntara baru saja diresmikan
Diketahui, kawasan huntara tersebut belum lama diresmikan untuk para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Peresmian huntara dilakukan agar warga yang sebelumnya mengungsi dapat segera memiliki tempat tinggal sementara.
Salah satu pejabat yang hadir dalam peresmian tersebut adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pada 24 Januari 2026.
Saat itu, Tito menyampaikan bahwa huntara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana, sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
Baca Juga: Perkara dihentikan, Hogi Minaya resmi bebas usai bela istri dari penjambret
Skema bantuan bagi penyintas banjir bandang Agam
Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam.
Bantuan tersebut diberikan melalui beberapa skema, mulai dari uang tunai hingga fasilitas hunian.
Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp15 juta. Sementara rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp30 juta.
Adapun warga dengan rumah rusak berat atau hilang disiapkan hunian tetap (huntap).
Baca Juga: Viral longsor di bantaran Kali Bekasi Tambun Utara, enam rumah warga terdampak
Selain itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyalurkan bantuan tambahan berupa uang perabot senilai Rp3 juta, stimulan perekonomian Rp5 juta, serta bantuan lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang.
Artikel Terkait
Mengalah demi sesama, warga Aceh Tamiang relakan antrean Huntara untuk penyintas yang lebih terisolir
Sirine banjir sempat berbunyi, warga Bekasi berlarian dan berkumpul di jembatan pantau ketinggian air
Viral bapak-bapak di Bekasi bernyanyi di tengah banjir setinggi dada, curhatannya bikin haru
Bermalam di posko banjir Pantura, Kang Rey pastikan warga terdampak banjir tak kekurangan kebutuhan
Sempat picu kepanikan, sirine peringatan banjir di Bekasi kini diubah jadi imbauan waspada
Sebulan bisa tiga kali, emak-emak Bekasi omelin banjir yang bikin rumah becek dan berlumpur
Momen hangat relawan banjir dan longsor Purbalingga, ada ‘Posko Ngopi’ di tengah bersih-bersih lumpur