Sebulan bisa tiga kali, emak-emak Bekasi omelin banjir yang bikin rumah becek dan berlumpur

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 1 Februari 2026 | 05:07 WIB
Menyoroti ungkapkan kekesalan warga di Bekasi, Jawa Barat, setelah bencana banjir menggenangi wilayahnya (Instagram.com/@bekasi.kita)
Menyoroti ungkapkan kekesalan warga di Bekasi, Jawa Barat, setelah bencana banjir menggenangi wilayahnya (Instagram.com/@bekasi.kita)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir yang berulang kali melanda sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, kembali menyita perhatian publik.

Kali ini, sorotan datang dari keluhan seorang ibu-ibu atau mpok asal Bekasi yang meluapkan emosinya usai rumahnya kembali terendam banjir.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi diketahui telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir, mulai dari pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Bekasi hingga koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) untuk penataan ulang daerah aliran sungai.

Baca Juga: Buntut kasus Hogi, Kapolresta Sleman dinonaktifkan sementara oleh Polda DIY

Namun di lapangan, warga masih harus berjibaku dengan dampak banjir yang datang silih berganti.

Curhat mpok Bekasi jadi perhatian warganet

Dalam unggahan akun Instagram @bekasi.kita pada Sabtu, 31 Januari 2026, seorang ibu memperlihatkan kondisi rumahnya di Kampung Tambun Tua, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang tergenang air bercampur lumpur.

Dengan logat Betawi yang khas, ibu tersebut menyampaikan kondisi banjir yang baru saja surut.

“Nih kita mengabarkan, banjirnya sudah surut, sudah tinggal semata kaki,” ucapnya dalam video.

Baca Juga: Warga Gantiwarno Klaten naikkan sampah ke jalan, sawahnya dijadikan tempat pembuangan

Meski air mulai surut, sisa lumpur yang menempel di lantai dan perabot rumah tangga justru membuat pekerjaannya semakin berat.

Banjir bawa lumpur, rumah jadi becek

Mpok tersebut menjelaskan bahwa banjir kali ini tergolong 'nakal' karena membawa lumpur tebal ke dalam rumah.

“Kotor sekali banjirnya tuh, sampai ada lumpurnya. Kalau digosok nanti bertebaran ke mana-mana lumpurnya,” keluhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X