Onad akui alami sindrom peter pan usai rehabilitasi narkoba, sulit move on dari usia 19 tahun

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 1 Februari 2026 | 05:56 WIB
Menyoroti pengakuan artis, Onadio Leonardo setelah 3 bulan jalani rehabilitasi narkoba (Instagram.com/@onadioleonardo_official)
Menyoroti pengakuan artis, Onadio Leonardo setelah 3 bulan jalani rehabilitasi narkoba (Instagram.com/@onadioleonardo_official)

Baca Juga: Warga Gantiwarno Klaten naikkan sampah ke jalan, sawahnya dijadikan tempat pembuangan

Dari situlah Onad mendapatkan penjelasan bahwa dirinya menunjukkan gejala sindrom Peter Pan.

“Ada yang namanya sindrom Peter Pan, aku katanya begitu. Aku nggak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” tegas Onad.

Apa itu sindrom peter pan?

Sindrom Peter Pan pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Dr. Dan Kiley dalam bukunya The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up (1983).

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi psikologis, terutama pada pria, yang kesulitan menghadapi tanggung jawab dan realitas kedewasaan.

Baca Juga: Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti

Menurut Kiley, sindrom ini berkaitan erat dengan pola asuh dan lingkungan keluarga saat masa kanak-kanak hingga remaja.

“Ayah memiliki peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan putra mereka,” ungkap Kiley.

Ia menjelaskan bahwa kurangnya figur ayah yang hadir, disiplin yang lemah, atau relasi keluarga yang tidak sehat dapat memicu seseorang terjebak dalam fase kekanak-kanakan hingga dewasa.

Pola keluarga dan dampak emosional

Dalam analisanya, Kiley juga menyoroti dinamika keluarga yang penuh konflik, dendam, dan saling menyalahkan. Kondisi ini kerap membuat anak laki-laki tumbuh dengan beban emosional berlebih.

Baca Juga: Viral pengemudi mobil ludahi pemotor di Bekasi, diduga paksa terobos lampu merah

“Seorang ibu bisa melakukan kompensasi berlebihan, sementara ayah menjadikan anak sebagai penengah konflik,” jelas Kiley.

Situasi tersebut, menurutnya, berpotensi membentuk individu yang kesulitan mandiri, takut mengambil risiko, dan terus terjebak pada fase usia tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X