Kanji Rumbi merupakan bubur khas Aceh yang diolah dari sekitar 30 jenis rempah, daging sapi, serta udang.
Baca Juga: Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai
Makanan ini biasanya dimasak secara gotong royong dan dibagikan gratis kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
“Biasanya setiap Ramadan, kami menyembelih dua ekor sapi untuk dimasak bersama dan dibagikan ke warga,” ungkap pria tersebut.
Tak hanya itu, sapi-sapi yang digunakan pun berasal dari hasil ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang selama ini menjadi penopang kegiatan sosial warga.
Namun, bencana banjir bandang membuat seluruh ternak warga ikut hanyut dan musnah.
Baca Juga: Sempat dicopot dan diminta kembali, Chiki Fawzi akhirnya batal lagi jadi petugas haji 2026
“Usaha ternak kami habis karena banjir. Jadi kemungkinan besar tradisi ini tidak bisa kami lakukan tahun ini,” katanya lirih.
Kekhawatiran menyambut Ramadan
Warga mengaku sedih karena Ramadan yang biasanya dipenuhi kebersamaan dan keberkahan, kini harus dilalui dengan keterbatasan.
Meski demikian, mereka tetap berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak agar tradisi tersebut dapat kembali dijalankan di masa mendatang.
“Semoga ada jalan keluar, dan kami bisa kembali merasakan Ramadan seperti dulu,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Meski jadi korban banjir, warga Pidie Jaya ini tetap masak di dapur umum: Kami iba kalau nggak ada yang masak
Cerita warga Meureudu Pidie Jaya saat banjir datang: Buka pintu, air langsung masuk
Perjuangan warga Dusun Sarah Raja Aceh Utara, dua bulan pascabanjir masih tanpa listrik dan air bersih
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus