Durian murah pascabanjir, petani Tapanuli Tengah harus seberangi sungai dan jalan longsor demi bertahan hidup

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 18 Desember 2025 | 22:03 WIB
Petani durian di Tapanuli Tengah yang sedang berjuang untuk menjual hasil panen duriannya (Instagram/masjidnurulashri - TikTok/zaits_bf)
Petani durian di Tapanuli Tengah yang sedang berjuang untuk menjual hasil panen duriannya (Instagram/masjidnurulashri - TikTok/zaits_bf)

Baca Juga: Perwira polisi Manang Soebeti kerahkan 'pasukan bayangan' tutup aplikasi matel, Super R4 hingga Mitra Matel tumbang

Harga durian anjlok di tengah perjuangan

Ironisnya, di tengah perjuangan berat tersebut, harga durian di Tapanuli Tengah justru anjlok. Berdasarkan informasi yang beredar, durian dijual dengan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah.

Kondisi ini memicu keprihatinan warganet. Kolom komentar dipenuhi ungkapan simpati dan ajakan untuk tidak menawar harga durian dari petani terdampak bencana.

“Tolong kalau beli ini, jangan ditawar lagi,” tulis akun @cias*.

“Di Sumatera Rp15.000, di kota lain bisa Rp70.000 sampai Rp80.000. Semoga ada donasi untuk borong duriannya,” tulis akun @bond******.

Baca Juga: Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia

“Tolong jangan ditawar, kalau bisa beli lebih mahal. Mereka bukan cari untung, tapi untuk bertahan hidup,” tulis akun @ridh*******.

Perjuangan petani durian Tapanuli Tengah menjadi gambaran nyata dampak bencana terhadap ekonomi masyarakat desa.

Di balik harga durian yang murah, tersimpan kisah ketabahan dan perjuangan panjang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X