Bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi warga yang hingga kini masih terisolasi dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Solidaritas warga untuk sesama korban
Yang mengharukan, bantuan yang dijemput warga tidak hanya untuk diri sendiri.
Dalam video yang sama, terlihat seorang ibu turut mengambil bantuan untuk warga lain yang lebih membutuhkan, termasuk bayi yatim piatu yang kehilangan kedua orang tuanya akibat tertimbun longsor.
“Ibu ini mau bawain bubur buat anak bayi yang orang tuanya meninggal tertimbun longsor,” tulis keterangan dalam video.
Perempuan tersebut membenarkan cerita tersebut dengan suara lirih.
“Iya (meninggal), kena longsor yang di Bonan Dolok, yang dua yang berpelukan. Ini nanti buat sama anak bayi,” ucapnya.
Kisah tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya solidaritas warga di tengah keterbatasan. Di saat duka masih menyelimuti, kepedulian antarwarga justru semakin menguat.
Data korban dan wilayah terisolir
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah merilis data terbaru terkait dampak banjir dan longsor.
Hingga Rabu, 17 Desember 2025, tercatat 131 orang meninggal dunia, 26 orang luka-luka, dan 41 orang masih dalam pencarian.
Baca Juga: Bikin haru! Kepolosan bocah pengungsi Aceh Tamiang lompat kegirangan saat dapat bantuan baju baru
Selain itu, sebanyak 10.887 jiwa mengungsi dan tersebar di 12 kecamatan.
Artikel Terkait
Korban banjir Aceh Tamiang beri semangat untuk Mualem: Konflik dan tsunami saja kita sudah hadapi
Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Hujan masih terus turun, akademisi khawatir pemulihan pascabencana Sumatera akan berlangsung lama
Ferry Irwandi ungkap harapan baru warga Aceh Tengah, panen cabe bangkitkan ekonomi pascabencana
Bikin haru! Kepolosan bocah pengungsi Aceh Tamiang lompat kegirangan saat dapat bantuan baju baru
Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik
Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga