Dengan wajah berseri-seri, ia melompat kegirangan sambil memamerkan baju yang baru diterimanya.
“Yee, yee dapat baju,” katanya dengan suara riang.
Baca Juga: Dinsos Subang tegaskan kolaborasi filantropi jadi kunci jawab masalah sosial daerah
Bagi anak seusianya, sepotong pakaian baru di tengah kondisi darurat bukan sekadar bantuan, melainkan hadiah istimewa yang mampu menghadirkan kebahagiaan besar.
Ketulusan ekspresinya kembali terlihat saat ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada relawan yang membantu.
“Makasih bu,” ucapnya lagi sambil tersenyum lebar.
Pelipur lara di tengah duka bencana
Momen mengharukan ini menjadi pengingat bahwa di balik duka banjir Aceh Tamiang, masih ada harapan dan energi positif yang lahir dari kepolosan anak-anak.
Baca Juga: Gerakkan zakat berdampak, 59 fundraiser Subang raih Assyifa Islamic Philanthropy Award 2025
Tawa sang bocah seolah menjadi pelipur lara bagi para pengungsi dewasa yang tengah berjuang menghadapi kehilangan dan keterbatasan.
Tak sedikit warganet yang tersentuh setelah menyaksikan video tersebut.
Banyak yang menilai bahwa kebahagiaan sang bocah mencerminkan ketangguhan mental anak-anak dalam menghadapi situasi krisis, sekaligus menjadi cermin bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi korban bencana.
Di tengah proses pemulihan pascabanjir, kisah ini menjadi penguat pesan bahwa kepedulian, empati, dan kehadiran relawan membawa dampak besar, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional bagi para korban, terutama anak-anak.***
Artikel Terkait
Tak punya uang, punya tenaga: Pemuda Aceh rela jalan puluhan kilometer jual cabai demi korban banjir
Air mata bahagia di posko pengungsian Aceh Tamiang, seorang ayah akhirnya bisa video call anaknya
Korban banjir Aceh Tamiang beri semangat untuk Mualem: Konflik dan tsunami saja kita sudah hadapi
Akademisi soroti pernyataan kontroversial Kepala BNPB soal banjir Sumatera: Masalahnya ada pada informasi lapangan
Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Hujan masih terus turun, akademisi khawatir pemulihan pascabencana Sumatera akan berlangsung lama
Meski tak lagi tangani Timnas, Shin Tae-yong diam-diam salurkan bantuan untuk korban bencana Sumatera