“Nangis karena cabenya muterin ekonomi warga di tengah bencana,” tulis Ferry dalam keterangan unggahannya.
Sebagai CEO Malaka Project yang aktif melakukan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana Sumatera, Ferry memastikan stok cabe merah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih melimpah dan siap dipasarkan.
Dikirim ke Jakarta pakai pesawat bantuan
Menariknya, hasil panen cabe tersebut tidak hanya dipasarkan secara lokal.
Ferry mengungkapkan adanya inisiatif untuk mengirimkan cabe merah ke Jakarta menggunakan pesawat bantuan bencana.
Baca Juga: Hujan masih terus turun, akademisi khawatir pemulihan pascabencana Sumatera akan berlangsung lama
Menurutnya, pesawat yang membawa bantuan ke Bandara Rembele, Aceh Tengah, dimanfaatkan untuk kembali ke Jakarta dengan membawa hasil panen warga yang telah dibeli.
“Ide besarnya, pesawat bantuan datang membawa logistik, lalu kembali ke Jakarta membawa hasil panen warga,” jelas Ferry.
Dengan skema ini, bantuan kemanusiaan tetap berjalan, sementara ekonomi masyarakat terdampak bencana juga ikut bergerak.
Harapan pemulihan pascabencana
Ferry berharap inisiatif tersebut menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi untuk menghidupkan kembali ekonomi warga pascabencana.
Baca Juga: Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Ia menilai, pemulihan tidak hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki penghasilan dan harapan.
“Ini baru awal. Semoga ada lebih banyak perputaran ekonomi yang bisa kita lakukan agar warga Sumatera bisa lekas pulih,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Banjir bandang kembali terjang Batu Busuk Padang, arus deras jebol tanggul dan seret warga
Tak punya uang, punya tenaga: Pemuda Aceh rela jalan puluhan kilometer jual cabai demi korban banjir
Air mata bahagia di posko pengungsian Aceh Tamiang, seorang ayah akhirnya bisa video call anaknya
Korban banjir Aceh Tamiang beri semangat untuk Mualem: Konflik dan tsunami saja kita sudah hadapi
Akademisi soroti pernyataan kontroversial Kepala BNPB soal banjir Sumatera: Masalahnya ada pada informasi lapangan
Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Hujan masih terus turun, akademisi khawatir pemulihan pascabencana Sumatera akan berlangsung lama