Seorang ibu di Aceh Utara kehilangan suami dan putra bungsunya saat banjir bandang, sisakan kenangan sebuah foto kecil

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 9 Desember 2025 | 21:31 WIB
Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang (Instagram.com/@najwashihab)
Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang (Instagram.com/@najwashihab)

Bertahan 9 jam di atas tumpukan pohon ceri

Saat air semakin meninggi hingga mencapai dada, sang ibu bersama beberapa tetangga memanjat tumpukan pohon ceri dan bertahan selama sembilan jam.

Baca Juga: BAZNAS Subang incar pengumpulan ZIS lebih luas, perkuat transparansi dan kerja sama media

Sepanjang waktu itu, ia hanya bisa memeluk putrinya sekuat tenaga.

Lima hari setelah bencana, jasad Zaid ditemukan warga di persawahan jauh dari rumah mereka, sudah membengkak, tetapi masih dapat dikenali.

Ajaibnya, foto kecil Zaid yang kini selalu dibawanya ditemukan dalam kondisi utuh karena terbungkus plastik.

Suami masih hilang

Hingga kini, suami sang ibu masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Ketua baru BAZNAS Subang bidik kenaikan pengumpulan ZIS hingga 5 kali lipat

“Entah di mana, saya tidak tahu. Tapi saya tetap berharap suatu hari dia pulang,” ujarnya.

Data kepala dusun setempat mencatat banjir bandang di Muara Batu berdampak pada 230 KK (756 jiwa). Total 21 orang meninggal dunia, dan 1 orang masih dalam pencarian.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X