Banjir Aceh disebut bak tsunami kedua, lihat lagi gentingnya rapat darurat era SBY saat bencana pertama melanda di 2004

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 7 Desember 2025 | 15:35 WIB
Menyoroti bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh yang disebut seperti peristiwa tsunami kedua di Tanah Rencong (Dok. Pemkab Aceh Barat Daya)
Menyoroti bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh yang disebut seperti peristiwa tsunami kedua di Tanah Rencong (Dok. Pemkab Aceh Barat Daya)

1. Daerah yang terisolasi 

Presiden meminta laporan paling mutakhir mengenai wilayah yang belum dapat dijangkau, baik karena jalan rusak maupun jembatan putus.

Baca Juga: Desa Sekumur di Aceh Tamiang lenyap diterjang banjir bandang, hanya tersisa masjid

2. Distribusi BBM dan logistik 

Prabowo menegaskan pentingnya memastikan alur distribusi BBM dan bantuan tidak terhambat akibat kerusakan infrastruktur.

3. Pemulihan listrik dan internet 

Dalam dua hari, PLN diminta memastikan seluruh wilayah terdampak di tiga provinsi sudah kembali mendapatkan aliran listrik.

Bencana disebut bak tsunami kedua

Sejumlah pengamat kebencanaan hingga warga Aceh menyebut banjir bandang kali ini sebagai 'tsunami kedua', merujuk pada besarnya kerusakan yang terjadi.

Meski berbeda karakter dengan tsunami 2004, dampak sosial dan psikologisnya dinilai kembali membuka trauma lama.

Baca Juga: WALHI minta pemerintah belajar dari bencana Sumatera, desak hentikan pemberian izin perusahaan penambangan

Pernyataan ini membuat publik kembali mengingat bagaimana gentingnya situasi pada 26 Desember 2004.

Kala itu, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), langsung menggelar rapat darurat kabinet terbatas di Jayapura dengan informasi yang sangat minim.

Kilas balik: Gentingnya rapat darurat SBY pada 2004

Dalam catatan yang pernah ia unggah melalui Facebook pada 2018, SBY menggambarkan momen ketika menerima kabar tentang tsunami besar yang menghantam Aceh saat ia sedang berada di Papua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X