“Ya Allah, musibah apa ini,” tulis SBY mengenang detik-detik awal menerima laporan bencana 2004.
Baca Juga: Distribusi bantuan airdrop dikritik, TNI tegaskan evaluasi menyeluruh demi keamanan warga
Dengan informasi yang terbatas, SBY segera menggelar rapat kabinet terbatas di Wisma Gubernur Papua dan mengambil keputusan cepat, berangkat langsung ke Aceh keesokan pagi, melewati pertimbangan untuk kembali ke Jakarta terlebih dahulu.
Keputusan itu diambil karena situasi dinilai sudah mengarah ke bencana nasional berskala besar.
Langkah-langkah darurat yang dikoordinasikan saat itu menjadi salah satu contoh respons cepat negara dalam menghadapi bencana besar, dan kini kembali menjadi sorotan ketika Aceh harus menghadapi bencana besar lainnya.***
Artikel Terkait
Gubernur Aceh ungkap pengungsi meninggal karena kelaparan, bantuan tak tembus pedalaman terdampak banjir bandang
Setelah banjir-longsor Tapanuli Selatan, KLH setop operasional 3 perusahaan tambang dan ungkap pembukaan lahan masif
Penyaluran bantuan di Aceh masih terkendala, 4 wilayah terisolir dan BBM langka hambat mobilisasi
DPR kritik cara distribusi bantuan udara di Sumatera, singgung etika hingga efektivitas penanganan bencana
Distribusi bantuan airdrop dikritik, TNI tegaskan evaluasi menyeluruh demi keamanan warga
WALHI minta pemerintah belajar dari bencana Sumatera, desak hentikan pemberian izin perusahaan penambangan
Gubernur Mualem soroti respons BNPB soal bencana Aceh: Evakuasi lambat hingga boat tak berfungsi