“Pagi sampai sore terang karena operasi modifikasi cuaca, tapi malam tetap turun hujan kecil. Besok kalau terang kita lanjutkan pencarian,” jelasnya.
Korban selamat minta relokasi dipercepat
Selain pencarian korban, BNPB juga menangani permintaan percepatan relokasi dari para penyintas yang takut terjadi longsor susulan.
“Lahannya sudah disiapkan pemerintah, segera akan didata berapa yang harus direlokasi,” tutur Suharyanto.
Tahap awal relokasi adalah pembangunan hunian sementara (huntara). BNPB akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses pembangunan.
“Kapan waktunya? Secepat mungkin. Dipindahkan ke lahan baru sekitar 2 km dari sini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hunian sementara nantinya dapat menjadi fasilitas pendukung ketika pembangunan hunian tetap sudah berjalan.
Relokasi disiapkan di lahan 3,5 hektare
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa relokasi penyintas akan dilakukan di atas lahan seluas 3,5 hektare di wilayah Majenang.
“Kami sudah koordinasi dengan Bupati untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare agar aman, karena masih ada retakan,” kata Luthfi pada Minggu 16 November 2025.
Retakan tanah di beberapa titik dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan sehingga relokasi dianggap langkah yang paling aman bagi warga.***
Artikel Terkait
Tak tinggal diam, PT Dahana salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Sukabumi
Tragedi longsor Trenggalek: Satu keluarga tertimbun, empat tewas, satu selamat di tengah hujan deras
Longsor di Cibeunying makan korban, BNPB pastikan 47 warga terdampak
Fakta longsor Cilacap: 16 Rumah tertimbun, 2 warga tewas, 21 masih hilang
Hari ke-4 pencarian longsor Cilacap: 1 Korban ditemukan, 11 orang diduga masih tertimbun material
BNPB–BMKG siapkan rekayasa cuaca, evakuasi longsor cilacap dikebut
Detik-detik longsor Banjarnegara: Warga berlarian, BPBD ungkap kondisi terkini