Fakta longsor Cilacap: 16 Rumah tertimbun, 2 warga tewas, 21 masih hilang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 16 November 2025 | 14:03 WIB
Tangkapan layar proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap (Instagram/infomajenangofficial)
Tangkapan layar proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap (Instagram/infomajenangofficial)

GENMILENIAL.IDBencana tanah longsor kembali menimpa Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis malam, 13 November 2025.

Sedikitnya 16 rumah warga di dua dusun tertimbun material longsor, sementara puluhan warga dilaporkan terdampak.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu menewaskan dua orang, sementara 21 warga lainnya masih dalam pencarian.

Longsor terjadi pada tebing di atas permukiman warga Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying.

Baca Juga: Longsor di Cibeunying makan korban, BNPB pastikan 47 warga terdampak

Material tanah yang bergerak cepat membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri. Hujan deras sejak Kamis sore diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah tersebut.

BASARNAS: 46 Warga terdampak, 21 masih dicari

Petugas Basarnas, Priyo, menyampaikan kondisi terbaru setelah operasi pencarian dilakukan di lokasi kejadian. Menurutnya, total warga terdampak mencapai 46 orang.

“Telah terjadi longsor pada pukul 19.00 di Desa Cibeunying, Cilacap, Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut,” ujar Priyo di lokasi kejadian, Kamis malam.

Jumlah korban terus diperbarui seiring operasi SAR yang masih berjalan. Hingga saat ini, 23 warga dinyatakan selamat, 2 meninggal dunia, dan 21 lainnya masih hilang.

Baca Juga: Kasus korupsi Petral dibuka lagi: Mahfud MD dan Sudirman Said beri sinyal keras soal mafia migas

Priyo menegaskan operasi pencarian dilakukan tanpa jeda waktu. Tim gabungan menerapkan metode kombinasi alat berat dan penyisiran manual.

“Kami masih terus melakukan operasi SAR menggunakan alat berat dan peralatan manual seperti cangkul dan sekop,” jelasnya.

Luasnya area terdampak membuat pencarian dibagi dalam beberapa sektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X