Tragedi longsor Trenggalek: Satu keluarga tertimbun, empat tewas, satu selamat di tengah hujan deras

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 2 November 2025 | 21:29 WIB
Menyoroti fakta terkini evakuasi korban insiden longsor yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Dok. Basarnas Surabaya)
Menyoroti fakta terkini evakuasi korban insiden longsor yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Dok. Basarnas Surabaya)

GENMILENIAL.ID – Hujan deras yang mengguyur Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 1 November 2025, memicu longsor besar yang menelan korban jiwa.

Satu keluarga tertimbun reruntuhan tanah, empat di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu selamat dengan luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, material tanah setinggi sekitar 25 meter ambrol dan langsung menimpa rumah milik Sarip (60 tahun) yang dihuni bersama istri dan tiga anaknya.

Baca Juga: Zulhas sebut program MBG bisa naikkan IQ dan cerdaskan masyarakat Indonesia

“Dua korban meninggal dan satu korban selamat berhasil dievakuasi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dua korban lainnya ditemukan Minggu pagi sekitar pukul 08.40 dan 09.20 WIB,” ujar Stefanus, Minggu, 2 November 2025.

Evakuasi dramatis di tengah tanah labil

Tim gabungan BPBD, SAR, TNI, dan Polri segera diterjunkan ke lokasi tak lama setelah laporan diterima.

Namun, upaya pencarian sempat dihentikan dini hari karena kondisi tanah yang masih labil dan hujan belum reda.

“Operasi kembali dilanjutkan Minggu pagi. Korban terakhir, Fajar Puji Wibowo (19), ditemukan sekitar pukul 09.20 WIB tertimbun material setebal 1,5 meter,” ungkap Stefanus.

Baca Juga: Truk tangki BBM 24.000 liter terbakar di Cianjur, api menyambar ruko dan pos polisi: Jalur ditutup total

Korban selamat, Wijianto (30 tahun), berhasil dievakuasi dengan luka di bagian tubuh dan langsung dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk perawatan.

BPBD mengingatkan warga di kawasan lereng agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

“Kami minta warga segera mengungsi bila curah hujan tinggi, karena kondisi tanah masih labil,” kata Stefanus.

Satu keluarga jadi korban

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X