Hensat: Pemerintah jangan hanya lihat jumlah dukungan
Hensat menilai, hasil survei ini menunjukkan masyarakat masih terbelah dalam memaknai warisan kepemimpinan Soeharto.
Ia menekankan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan, tidak hanya mempertimbangkan sisi dukungan publik semata.
“Ini alasan yang sangat krusial bagi sejarah Indonesia. Pemerintah harus mempertimbangkan kedua sisi, bukan hanya melihat banyaknya yang setuju,” ujar Hensat.
Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan Nasional tidak semata soal angka, tetapi juga bagaimana bangsa memandang sejarah secara jujur dan utuh.
Survei Kedai Kopi: 1.231 Responden di seluruh Indonesia
Sebagai informasi, survei Kedai Kopi dilakukan pada 5–7 November 2025 menggunakan metode Computerized Assisted Self Interview (CASI).
Jumlah responden mencapai 1.231 orang dengan rentang usia 17 hingga 60 tahun, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.***
Artikel Terkait
Mentan bandingkan harga beras dengan Jepang, Titiek Soeharto: Pendapatan per kapita kita beda
Tutut Soeharto gugat Menkeu soal cekal ke luar negeri terkait kasus BLBI
Pidato Prabowo di PBB tuai pujian: Titiek Soeharto terharu, Cak Imin samakan dengan Bung Karno
Hasan Nasbi ajak masyarakat nilai jasa dan dosa Soeharto secara adil: Dia layak jadi pahlawan, tapi bukan tanpa kesalahan
Di Blitar, Megawati ungkap Soeharto tolak Bung Karno dimakamkan di TMP Kalibata: Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main
Hasan Nasbi bandingkan program Makan Bergizi Gratis Prabowo dengan PMTAS era Soeharto: Dulu saya juga pernah dapat bubur kacang hijau dan telur rebus
Jokowi soal wacana Soeharto dan Gus Dur jadi pahlawan nasional: Semua pemimpin punya jasa