Selain itu, pemeriksaan sekunder turut dilakukan terhadap tulang, pakaian, dan perhiasan yang masih melekat di tubuh korban.
“Temuan sekunder ini mendukung hasil primer sehingga dapat dipastikan identitas kedua jenazah,” jelas Hastry.
Latar belakang penemuan dan proses investigasi
Penemuan dua kerangka manusia di gedung kawasan Kwitang sempat menggemparkan publik. Keduanya dikaitkan dengan laporan hilangnya dua pengunjuk rasa yang terakhir terlihat saat aksi unjuk rasa berujung ricuh di Jakarta pada Agustus 2025.
Kepolisian kemudian membentuk tim gabungan yang melibatkan Puslabfor Polri, Labdokkes, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk melakukan investigasi menyeluruh.
Dengan hasil identifikasi yang telah dipastikan, penyidikan kini berlanjut ke tahap penelusuran penyebab kematian serta kemungkinan keterkaitan antara kedua korban dan aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.***
Artikel Terkait
DPR soroti penyebab kisruh ASN di Kemdiktisaintek hingga tanggapan Menteri Satryo yang tak ingin pegawai Dikti unjuk rasa lagi
Polres Subang amankan 129 orang diduga anarko saat aksi unjuk rasa
Mensos: Presiden siapkan bantuan untuk korban unjuk rasa, disesuaikan dengan kebutuhan keluarga
Prabowo instruksikan perbaikan ekonomi, fasilitas umum, dan program prioritas usai demo Agustus 2025
Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen untuk usut demo Agustus 2025
Tom Lembong soroti aksi demo Agustus 2025: Indonesia alami ‘down cycle’ seperti Nepal dan Filipina
Polri buru dalang kerusuhan demo Agustus 2025, analisis digital disebut bisa jadi pintu masuk