Tom Lembong soroti aksi demo Agustus 2025: Indonesia alami ‘down cycle’ seperti Nepal dan Filipina

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 19 September 2025 | 06:08 WIB
Eks Mendag RI, Tom Lembong menyoroti terkait aksi demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu (YouTube.com/Raymond Chin)
Eks Mendag RI, Tom Lembong menyoroti terkait aksi demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu (YouTube.com/Raymond Chin)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Tom Lembong, angkat bicara mengenai demonstrasi besar yang melanda Indonesia pada akhir Agustus 2025.

Dalam siniar YouTube Raymond Chin yang tayang Jumat, 12 September 2025, Tom menilai aksi demonstrasi tersebut tidak lepas dari kondisi bangsa yang sedang berada pada fase penurunan atau down cycle.

“Semua peristiwa itu ada siklusnya, ada naik dan turunnya. Mungkin kita sekarang lagi ada di down cycle. Menurut saya ini lagi turun, secara ekonomi, politik, dan sosial,” kata Tom.

Baca Juga: Indonesia luncurkan Satelit Nusantara Lima, diklaim terbesar di Asia Tenggara

Tom, yang sempat mendapat abolisi dari Presiden Prabowo Subianto usai terjerat kasus impor gula pada 5 Agustus 2025, menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami kondisi serupa.

Ia mencontohkan Nepal yang juga diguncang gelombang demonstrasi dengan isu korupsi dan lemahnya kinerja pejabat publik.

“Kita pun lihat berita, seperti di Nepal pun tiba-tiba banyak demo. Dan isunya sama seperti kita, isunya korupsi, tidak becusnya pejabat, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain Nepal, Tom menyinggung Filipina yang belakangan juga dilanda aksi protes.

Baca Juga: Kamchatka diguncang gempa 7,4 magnitudo, peringatan tsunami dikeluarkan

Menurutnya, demonstrasi di negeri itu turut terinspirasi dari gerakan anak muda Indonesia yang menuntut perbaikan sistem pemerintahan.

Lebih jauh, Tom mengaitkan kondisi dalam negeri dengan situasi global yang tengah penuh ketidakpastian.

Ia menyebut perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang kembali memanas setelah Donald Trump terpilih lagi sebagai Presiden AS, menjadi salah satu pemicu.

“Ini lagi masa-masa yang menantang, sulit. Terjadi dalam kondisi global yang juga sangat ruwet,” tegasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X