334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 3 September 2026 | 14:20 WIB
Menyoroti kasus dugaan keracunan MBG yang dialami siswa-guru di Agam, Sumatera Barat (Instagram.com/@kabarpadang)
Menyoroti kasus dugaan keracunan MBG yang dialami siswa-guru di Agam, Sumatera Barat (Instagram.com/@kabarpadang)

GENMILENIAL.ID — Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga saat ini, tercatat 334 penerima manfaat MBG mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis.

Korban dugaan keracunan tersebut berasal dari tiga nagari di Kecamatan Palupuh, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang.

Camat Palupuh Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan, para korban mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan MBG.

Baca Juga: Bayang-bayang suspend berat dan pencopotan kepala SPPG, buntut keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam

"Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang," kata Rianto dalam keterangannya pada Kamis, 3 September 2026.

"Totalnya (sementara) 334 orang," sambungnya.

Gejala muncul sehari setelah santap MBG

Salah satu lokasi yang siswanya mengalami dugaan keracunan yakni SD Negeri 08 Nan Limo. Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, Jonnedi, mengatakan para penerima manfaat mulai mengalami gejala pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, para siswa terakhir kali mengonsumsi MBG pada Senin, 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Elektabilitas KDM tembus 59 persen, akankah melawan Prabowo atau menunggu restu?

"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin, 31 Agustus 2026, lalu dan tidak ada kendala," kata Jonnedi dalam keterangannya pada Rabu, 2 September 2026.

Menurut Jonnedi, gejala mulai dirasakan para siswa sehari setelah mengonsumsi MBG. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

"Namun pada Selasa, 1 September 2026 sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X