Kasus ini turut mendapat perhatian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di lembaga semi-militer seperti IPDN.
“Sebagaimana kejadian-kejadian seperti itu sudah beberapa kali terjadi, ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kebiasaan atau tradisi mendidik yang kurang tepat harus kita perbaiki,” ujar Prasetyo di Jakarta.
Wafatnya calon praja IPDN Jatinangor menambah daftar panjang insiden di lembaga tersebut. Pemerintah diminta memastikan pola pembinaan dan pendidikan di kampus kedinasan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan keselamatan peserta didik.***
Artikel Terkait
Wamendagri umumkan retret kepala daerah gelombang II digelar di IPDN Juni 2025
Penanda medis jadi inovasi pengawasan kesehatan dalam retret kepala daerah di IPDN Jatinangor
Wamendagri soroti kepala daerah gagap tradisi makan siang 2 lagu di retret IPDN: Banyak belum bisa menyesuaikan
Puspom TNI tetapkan 4 prajurit tersangka kasus kematian Prada Lucky, 16 lainnya masih diperiksa
Budi Gunawan: Kemenko Polkam pantau kasus kematian Prada Lucky Namo, soroti kehormatan prajurit TNI
4 Fakta baru misteri kematian diplomat Arya Daru: Desakan ke Bareskrim hingga klarifikasi barang bukti
Benah-benah program Makan Bergizi Gratis: Pemerintah kebut sertifikasi ribuan dapur di tengah sorotan kasus keracunan