GENMILENIAL.ID – Literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan jalan membentuk cara berpikir kritis, kreatif, dan manusiawi.
Pesan ini kembali ditegaskan oleh Bunda Literasi Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, saat menghadiri Kemah Literasi GLN Gareulis 2025 yang digelar di Villa Sari Alam, Ciater, Subang, pada Jumat, 20 Juni 2025.
Dalam kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat ini, Ega menyampaikan empat pesan penting tentang peran strategis literasi dalam membangun masa depan generasi muda dan masyarakat luas.
Baca Juga: Prabowo kenang bantuan Rusia saat awal kemerdekaan, peringati 75 tahun hubungan diplomatik RI-Rusia
“Membaca bukan sekadar menambah pengetahuan. Lewat membaca, kita membuka pikiran, memahami dunia, dan membentuk masa depan yang lebih baik, lebih beradab, dan lebih manusiawi,” ujarnya di hadapan para pegiat literasi dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kegiatan yang dihadiri juga oleh Bunda Literasi Provinsi Jabar, para pengurus dan Dewan Pembina GLN Gareulis, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Perpustakaan, mengusung tema 'Kemah Literasi Membangun Penggerak Literasi Tangguh, Berkomitmen, dan Memilih Integritas untuk Mengembangkan Literasi di Nusantara.'
Empat pilar literasi: Dari pikiran kritis hingga kepercayaan diri
Ega Anjani menekankan bahwa membangun budaya baca harus dimulai dari rumah, sekolah, dan komunitas.
Baca Juga: Curhatan Netanyahu: Anak saya terpaksa batalkan pernikahan gara-gara perang Iran-Israel
Ia mengajak semua pihak untuk tidak menjadikan membaca sebagai kewajiban, melainkan gaya hidup.
Berikut empat pesan literasi yang ia sampaikan:
- Membentuk cara berpikir kritis dan bijak, agar generasi muda tidak mudah termakan hoaks dan bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
- Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas, sebab anak-anak yang gemar membaca tumbuh menjadi pribadi inovatif dan empatik.
- Menjadi dasar semua ilmu dan keterampilan, mulai dari sains hingga kearifan lokal.
- Membangun kepercayaan diri, karena semakin luas wawasan, semakin tinggi rasa percaya diri untuk berkontribusi di masyarakat.
Baca Juga: Rusia peringatkan AS-Israel: Pembunuhan Khamenei bisa picu kekacauan global
“Jangan tunggu pintar untuk membaca, tapi membacalah agar menjadi pintar,” tegas Ega.
Dari kemah literasi ke aksi nyata
Artikel Terkait
Tingkatkan literasi siswa, SMPN 6 Subang akan gelar pelatihan menulis, kolaborasi dengan media online GenMilenial.id dan Kampus Mengajar
Diikuti ratusan siswa, SMPN 6 Subang dan Mahasiswi Kamjar Kemdikbud gelar Literasi Numerasi
Gelar P5, para pelajar SMPN 1 Subang tampilkan berbagai macam kesenian daerah yang memukau
SIGMA: Komunitas Guru Penggerak Subang dorong literasi guru lewat menulis dan launching website
Perumda TRS dukung gerakan literasi dan program makan bergizi untuk anak Subang
SMKN 1 Subang raih 4 penghargaan di puncak Festival Literasi Nasional 2025
ESAI: Sastra Indonesia antara retrospeksi dan resolusi di era literasi digital