GENMILENIAL.ID - Jawa Barat, sebuah provinsi yang kaya akan budaya, tidak hanya dikenal dengan pesonanya yang alami, tetapi juga keberagaman permainan tradisionalnya yang memikat.
Melintasi pelosok-pelosok kota dan desa di Jawa Barat, kita dapat menemukan anak-anak yang asyik bermain dengan permainan khas daerah mereka.
Permainan-permainan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga membawa pesan-pesan moral serta melatih keterampilan anak-anak sejak dini.
1. Congklak, permainan strategi dari tanah Sunda
Di sudut-sudut pasar tradisional atau halaman-halaman rumah, kita sering menemukan anak-anak yang asyik duduk melingkari papan kongklak, sebuah permainan tradisional yang telah dikenal sejak zaman dahulu.
Baca Juga: Mengenang sejarah pahlawan maritim Indonesia pada Hari Peringatan Peristiwa Pertempuran Selat Sunda
Dengan biji-biji kecil sebagai media permainan, anak-anak belajar tentang strategi, kesabaran, dan ketelitian.
Congklak tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kecerdasan mereka.
2. Egrang, mengasah keseimbangan dan keterampilan motorik
Di pedesaan Jawa Barat, terdengar suara gembira anak-anak yang melompat di atas sebatang egrang.
Permainan ini membutuhkan keseimbangan yang baik dan keterampilan motorik yang terlatih.
Baca Juga: 27 Februari peringati peristiwa apa saja? simak ulasanya
Dengan tiang bambu yang dipasang tinggi dan kayu di bawahnya sebagai pijakan, anak-anak belajar mengendalikan gerakan tubuh mereka dengan tepat.
Egrang bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga simbol keberanian dan keuletan.
Artikel Terkait
Pemilu Indonesia 2024, melibatkan dua proses, Pileg dan Pilpres
NGOPI literasi, media online Genmilenial.id akan buat pelatihan menulis bagi para tenaga pendidik dan umum di Kabupaten Subang
Literasi, bukan hanya soal membaca dan menulis?
23 Februari, memperingati Hari Internasional Memerangi Bullying
Bullying, ancaman tersembunyi di balik koridor sekolah
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak