Apresiasi Fadli Zon soal Hari Kebudayaan Nasional, PDIP: Jangan dikaitkan dengan hari lahir Prabowo

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 15 Juli 2025 | 13:25 WIB
Politikus PDIP Aria Bima meminta penetapan Hari Kebudayaan Nasional tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo (Instagram/ariabima_ab)
Politikus PDIP Aria Bima meminta penetapan Hari Kebudayaan Nasional tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo (Instagram/ariabima_ab)

GENMILENIAL.ID – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima, menyambut baik penetapan Hari Kebudayaan Nasional oleh pemerintah, yang dijadwalkan diperingati setiap tanggal 17 Oktober.

Namun, ia meminta agar penetapan tanggal tersebut tidak dikaitkan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Aria, fondasi kebudayaan merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa, dan perlu mendapat perhatian setara dengan sektor politik maupun ekonomi.

Baca Juga: Viral lagi di medsos, ini sosok Nur Afifah Balqis: Koruptor termuda yang terjaring OTT KPK di usia 24 tahun

“Hari Kebudayaan, saya kira itu apresiasi bagaimana kita tidak hanya konsentrasi ke persoalan politik, ekonomi, tapi fondasi kebudayaan ini penting,” ujar Aria kepada media di kompleks Parlemen Senayan, Senin, 14 Juli 2025.

Ia juga mengapresiasi peran Fadli Zon yang dikenal aktif dalam isu-isu kebudayaan.

Meski begitu, Aria mengingatkan agar peringatan Hari Kebudayaan tidak disederhanakan dengan mengaitkannya pada tanggal lahir Presiden Prabowo.

“Jangan disimplikasi, jangan terlalu dikecilkan, dikerdilkan dengan hal yang berkaitan, persamaan hari lahirnya Pak Prabowo,” katanya.

Baca Juga: Nadiem Makarim penuhi panggilan kedua di Kejagung, diperiksa soal dugaan korupsi Chromebook Rp9,9 triliun

Lebih lanjut, Aria menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo sendiri tidak akan menginginkan hari kelahirannya digunakan sebagai simbol kenegaraan.

“Saya kira Pak Prabowo juga tidak akan suka kalau kelahirannya kemudian dijadikan sebagai satu hal yang monumental seperti kebudayaan,” tandasnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai dan semangat Hari Kebudayaan Nasional agar tetap berdiri sebagai simbol persatuan dan refleksi jati diri bangsa, tanpa dicampuradukkan dengan sentimen politis atau personal.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X