Isu kekerasan Mei 1998 picu isak tangis di DPR, Fadli Zon minta maaf

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 2 Juli 2025 | 18:15 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon (Instagram.com/@fadlizon)
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon (Instagram.com/@fadlizon)

GENMILENIAL.ID – Suasana rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025, berubah emosional saat isu kekerasan terhadap perempuan dalam tragedi Mei 1998 dibahas.

Dua anggota DPR, My Esti Wijayati dan Mercy Barends, tampak tak kuasa menahan tangis saat Menbud Fadli menjelaskan pandangannya soal peristiwa tersebut.

Fadli menanggapi pertanyaan anggota dewan mengenai pernyataannya sebelumnya yang menyebut belum ada bukti hukum atas kasus pemerkosaan massal dalam kerusuhan 1998.

Baca Juga: Menag Nasaruddin buka suara soal dugaan korupsi haji 2024: Klaim penyelenggaraan 2025 aman

"Harus diakui, jelas ada peristiwa pemerkosaan dan itu merupakan kejahatan kemanusiaan. Namun secara hukum, kita sulit mendapatkan kepastian seperti dalam kasus Trisakti," ujar Fadli.

Ia menilai, sejumlah dokumentasi dan pemberitaan yang beredar masih memerlukan klarifikasi, bahkan menyebut beberapa foto yang diklaim berasal dari kerusuhan 1998 ternyata berasal dari luar negeri seperti Jepang dan Hong Kong.

Pernyataan Fadli itu memicu respons dari My Esti yang menilai penjelasan sang menteri terasa menyakitkan bagi para korban.

Baca Juga: Mediapreneur Talks 2025 hadir di Banten, bahas bisnis media dan transformasi digital

"Semakin Pak Fadli bicara, semakin terasa menyakitkan. Saya tidak bisa pulang selama beberapa hari saat itu karena kondisi sangat mencekam," kata Esti dengan suara bergetar.

Sementara itu, Mercy Barends juga menyampaikan kesedihannya sembari menyeka air mata.

Ia mengenang pengalaman menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan bersama Komnas HAM.

"Kalau Bapak baca dokumennya, Bapak akan paham betapa keji perlakuan itu," ucap Mercy.

Baca Juga: Kodim 0605 Subang berganti komandan, Letkol Czi Asep Saepudin gantikan Letkol Inf Achmad Zaki

Menanggapi respons kedua legislator itu, Fadli menyampaikan permintaan maaf jika pernyataannya dianggap tidak sensitif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X