Udara pagi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur begitu syahdu, IKN terasa renyah romantis, seolah difilter oleh ribuan paru-paru pohon yang tak kasat mata.
Aku, dengan ransel compang-camping dan semangat petualang yang kadang konyol, sudah siap di titik kumpul.
Di sampingku, Juragan Andi, pengusaha tambang batubara sukses dari Samarinda yang kini mencoba peruntungan di bisnis energi terbarukan.
Ia mengenakan topi safari yang seolah baru saja dipinjam dari Indiana Jones.
Baca Juga: Mentan tegas wanti-wanti pengusaha beras nakal, Satgas Pangan akan pantau hingga daerah
“Aku dengar ini gratis, Gus?” tanya Juragan Andi, matanya berbinar seperti melihat konsesi baru. “Jarang-jarang Otorita IKN berbaik hati.”
“Ini bukan konsesi, Juragan,” sahutku, “ini namanya investasi sosial. Menanamkan kesadaran, panen keberlanjutan.”
Tak lama, rombongan kami terbentuk. Ada Ibu Kiky, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak yang selalu membawa bekal tumis kangkung dan sambal terasi.
Ada Akmal, mahasiswa teknik lingkungan yang selalu siap dengan data dan grafik, dan Altov, seniman visual dengan rambut gondrong dan kamera analog di lehernya.
Baca Juga: Mayat wanita ditemukan di sungai Citarum, enam pelaku diamankan termasuk sopir pribadi
Lalu, muncul juga Danu, boss kuliner gudeg terkenal dari Jogja, yang entah kenapa ikut rombongan ini, mungkin sedang mencari inspirasi resep gudeg ramah lingkungan.
Deputi Myrna, dengan senyum ramah, memulai pengarahan. “Selamat pagi, para Eco Traveler! Hari ini kita akan berjalan santai, bukan untuk balapan, tapi untuk meresapi makna keberlanjutan di balik pembangunan IKN.”
Juragan Andi langsung nyeletuk, “Bukannya IKN itu singkatan dari Ibu Kota Neon? Soalnya lampunya pasti banyak.”
Tawa pecah. Deputi Myrna tersenyum. “Bukan, Juragan. IKN adalah Ibu Kota Nusantara. Dan konsepnya adalah kota ramah lingkungan, minim sampah, dan hemat energi.
Artikel Terkait
Wow, trem otonom yang akan dijalankan di IKN sudah tiba di Balikpapan, akan dicoba Presiden Jokowi Senin mendatang
HUT ke-79 Republik Indonesia, Dr. Imran paparkan banyak hal terkait Subang diantaranya soal IPM dan Patimban sebagai gerbang IKN, apa maksudnya?
Jaga ekosistem, Menteri PUPR lepas burung dan benih ikan di IKN
Pemindahan ASN ke IKN ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan, benarkah anggarannya kurang?
Respon Jokowi soal pemangkasan anggaran IKN, akui pembangunannya bisa sampai 20 tahun
Bantah IKN mangkrak, Basuki ungkap rencana dan anggaran pembangunan tahap 2 yang fantastis
6 Investor swasta gelontorkan Rp3,65 triliun ke IKN, dari kuliner hingga perhotelan internasional