CERPEN: Kota masa depan

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Kamis, 10 Juli 2025 | 12:55 WIB
Ilustrasi - Kota masa depan
Ilustrasi - Kota masa depan

Baca Juga: Longsor di Puncak Bogor tewaskan 1 orang, 2 masih dalam pencarian

Ibu Kiky tersenyum. “Saya jadi ingin mengurangi penggunaan kantong plastik. Mungkin saya bisa mulai dengan membawa tas belanja sendiri.”

Akmal, dengan tatapan seriusnya, berkata, “Saya rasa, IKN ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi juga pembangunan kesadaran kolektif. Ini adalah laboratorium hidup untuk masa depan.”

Altov menatapku. “Ini bukan cuma kota, Gus. Ini adalah kanvas raksasa tempat kita bisa melukis mimpi tentang peradaban yang harmonis dengan alam.”

Danu mengangguk-angguk. “Saya jadi terinspirasi. Mungkin saya bisa bikin gudeg organik, dengan nangka dari kebun yang dipupuk kompos dari sisa gudeg saya sendiri!”

Baca Juga: Mantan Menko Jokowi dicalonkan jadi Dubes AS, DPR soroti rekam jejak dan kemampuan komunikasi

Aku tersenyum. Kota Masa Depan ini, memang bukan sekadar bangunan dan jalan. Ia adalah cerminan dari hati kita yang ingin berubah.

Ia adalah janji, bahwa di tengah hiruk pikuk modernitas, kita masih bisa menemukan kedamaian, keberlanjutan, dan bahkan sedikit kelucuan di setiap langkah.

Dan yang paling penting, ia adalah pengingat bahwa pencerahan bisa datang dari mana saja, bahkan dari sebuah perjalanan santai di kota yang baru.

Bersambung ...

Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X