Matahari di langit Iran pagi itu bersinar dengan kesegaran yang mencurigakan, seolah tak ada yang pecah semalam.
Debu, yang biasanya menari-nari dalam setiap hembusan angin, pagi ini terlihat malas, menempel erat pada puing-puing halus yang dulunya adalah fasilitas nuklir Natanz (dan sedikit Isfahan, katanya).
Di tengah lanskap kehancuran yang agak rapi ini, empat sosok hadir dengan aura yang sangat tidak cocok.
Donald 'The Ultimate Dealmaker' Trump, dengan rambut pirang ikalnya yang melambai dramatis, melangkah bak raja catwalk di atas lempengan beton yang retak.
Baca Juga: Istri pemilik RS Hamori, Hj. Siti Aisah Abdulgani, wafat pada Senin sore
Ia membawa stik golf berlapis emas dan sesekali mempraktikkan ayunan sempurna ke arah kawah yang menganga.
"Tremendous! Look at that hole-in-one, folks! The best demolition, believe me!" serunya, seolah sedang menginspeksi lapangan golf pribadi yang baru ia akuisisi.
Di belakangnya, mengikuti dengan langkah tegap namun sedikit cemas, adalah Benny _"The Big Picture"_ Netanyahu.
Ia sibuk mengutak-atik tabletnya, memperbesar gambar satelit dari kawah.
"Tidak ada perlawanan, Donald! Tidak ada! Ini adalah kemenangan strategis tanpa biaya! Kecuali... apa ini? Sebuah paku berkarat?" Ia menunjuk sebuah paku kecil di tanah dengan ekspresi seolah itu adalah ancaman nuklir baru.
Baca Juga: Bupati Subang teken kesepakatan lintas instansi: Tak ada lagi warga 'dipingpong' urus layanan publik
Tiba-tiba, dari balik gundukan pasir, muncul sesosok pria berjaket kulit hitam yang selalu rapi, dengan seringai yang lebih licik dari rubah gurun. Itu Vladimir 'The Master Strategist' Putin.
Ia tidak datang sendiri. Di tangannya, ia menyeret sebuah proyektor film tua yang berderit.
"Kamerad Trump, Tuan Netanyahu," sapa Putin, suaranya kalem namun penuh makna. "Saya membawa tayangan ulang semalam. Untuk pendidikan."
Artikel Terkait
Trump klaim hancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, ancam serangan lebih besar jika perdamaian ditolak
CERPEN: Kupu-kupu hitam di langit Teheran
Harga minyak dunia melejit usai AS dan Israel serang fasilitas nuklir Iran, Brent sentuh Rp1,2 juta per barel
Setelah Iran-Israel, Trump incar Afrika: Klaim tengah damai Kongo-Rwanda lewat mediasi AS
AS surati Dewan Keamanan PBB: Serangan ke fasilitas nuklir Iran disebut upaya cegah kepemilikan senjata nuklir
CERPEN: Perang 12 hari
Perang Israel-Iran sempat ganggu penerbangan haji, Menag: Sekarang sudah mulai lancar