Harga minyak dunia melejit usai AS dan Israel serang fasilitas nuklir Iran, Brent sentuh Rp1,2 juta per barel

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 23 Juni 2025 | 17:15 WIB
Ilustrasi - Harga minyak bumi melonjak gegara serangan AS ke fasiltas utama nuklir Iran (freepik.com)
Ilustrasi - Harga minyak bumi melonjak gegara serangan AS ke fasiltas utama nuklir Iran (freepik.com)

GENMILENIAL.ID – Harga minyak dunia melonjak tajam menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas nuklir utama milik Iran.

Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak Januari 2025, memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi yang lebih luas.

Minyak mentah Brent tercatat naik 2,49 persen menjadi USD78,93 per barel atau sekitar Rp1.278.666 (kurs Rp16.200 per USD).

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,56 persen ke level USD75,73 per barel atau sekitar Rp1.243.800.

Baca Juga: Kaesang daftar lagi jadi Ketum PSI, bicara ambisi masuk Senayan dan sambut tokoh besar bergabung

Pada awal sesi perdagangan, kedua jenis kontrak tersebut bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir, masing-masing USD81,40 dan USD78,40 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menghancurkan salah satu fasilitas nuklir utama Iran.

Langkah militer tersebut diyakini memicu fase baru dalam ketegangan geopolitik di kawasan.

Iran, yang dikenal sebagai produsen minyak mentah terbesar ketiga di antara negara-negara anggota OPEC, langsung menyatakan kesiapannya untuk melakukan serangan balasan.

Baca Juga: Seskab Teddy bagikan rangkuman kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia: Dua hari di St. Petersburg penuh agenda strategis

Mengutip laporan Reuters, serangan ini dipandang sebagai potensi ancaman serius terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama dari wilayah Teluk yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Negara-negara pengimpor minyak kini meningkatkan kewaspadaan dan memantau situasi dengan seksama, mengingat potensi gangguan pasokan yang bisa memperpanjang tren kenaikan harga dalam waktu dekat.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X