Pernyataan Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gehbreyesus serta pendiri perusahaan teknologi terkemuka Microsoft Bill Gates, menarik untuk kita cermati. Keduanya sepakat bahwa Covid -19 bukanlah pandemi terakhir di muka bumi.
Dalam beberapa tahun mendatang, umat manusia di muka bumi kemungkinan besar akan kembali menemui kondisi sebagaimana kita hadapi saat ini.
Adapun pertanyaan tentang kapan pandemi berikutnya akan terjadi serta bagaimana daya rusaknya, akan sangat bergantung pada sejauh mana keseriusan manusia dalam menyikapi perubahan iklim serta kesejahteraan hewan.
Apa yang disampaikan oleh kedua orang hebat tersebut seakan mengingatkan kita akan sebuah situasi yang kita kenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainity, Complexity, Ambiguity).
Baca Juga: Penyair Wiji Thukul dan 7 puisi perlawananya terhadap ketidakadilan
Di dunia pendidikan sendiri, situasi yang penuh dengan ketidakpastian (uncertainity) tersebut sedang kita alami sejak dua tahun yang lalu dan tidak seorang pun dapat memprediksi kapan “ketidakberesan” ini akan benar – benar berakhir.
Di sisi lain, adanya anggapan bahwa pandemi hanyalah sebuah sarana untuk mempercepat transisi digital di berbagai bidang kehidupan manusia, nampaknya perlu benar-benar kita renungkan.
Optimalisasi teknologi informasi di bidang pendidikan menjadi sebuah keniscayaan sebagai upaya untuk melahirkan berbagai inovasi serta efisiensi.
Artinya, di masa yang akan datang, sekolah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dimana pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal menjadi salah satu karakteristiknya.
Konsekuensinya, kegiatan pembelajaran di masa depan haruslah berbeda dengan pembelajaran yang saat ini kita jalankan.
Baca Juga: Hati-hati, inilah bahaya minum air es setiap hari menurut dr. Zaidul Akbar
Kegiatan belajar antara 5 sampai dengan 6 hari per pekan (dari pagi hingga petang) sudah saatnya kita tinjau ulang.
Pendekatan hybrid-blended learning sudah semestinya diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah.
Bukan hanya itu, kehadiran teknologi metaverse dipastikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi sekolah - sekolah dalam beberapa tahun ke depan.
Artikel Terkait
Gelar Raker 2023, AWAS fokuskan pada realisasi program kerja bidang dan peningkatan kompetensi wartawan
Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
Kuliah sambil kerja, berikut 3 tips yang bisa kamu lakukan, biar lulus tepat waktu
ESAI : Mencari pemimpin rakyat di Pemilu 2024