Sial kedua, dia juga lulusan UPI, beda jurusan dan angkatan dengan saya, dan untungnya, dia tak masuk ke grup ASAS yang lulusannya antara lain: Ujianto Sadewa, Willy Fahmy Agiska, Faisal Syahreza, Edwar Maulana, Wida Waridah, dan lain-lain.
Berdasarkan informasi dari Taufiq Rahman Nawawi, Narpit pernah menghebohkan fakultas FPBS, karena dia membawa selebaran, dan mengatakan ia menerima undangan baca puisi dari panitia festival di Amerika serikat.
Informasi ini dibawa ke Fakultas, hingga membuat Pembantu Dekan urusan mahasiswa terkagum-kagum. Begitu diperiksa, ternyata itu hanya brosur yang disebar bebas, atau dikirimkan ke orang-orang tertentu melalui email.
Tapi untuk berangkat ke sana, penerima brosur harus mengadakan uang sendiri untuk transportasi, akomodasi, termasuk konsumsi sampingan. Jelas dong PD urusan mahasiswa tak mau mendanai Narpit.
Dalam hal terima brosur ini, sama juga dengan DJA, mengumumkan sastrawan Indonesia yang menerima undangan meraih Nobel dari Panitia adalah DJA, padahal cuma brosur yang bisa diunduh oleh siapapun. Euh, ini mah ndobos kan?
Kaum Ndobos ini sering berkata seperti ini, menurut Dobosky… terkesan nama intelektual dari Rusia.
Begitu dicari lewat mesin terlusur nama Dobosky sebagai pakar sastra misalnya, ternyata tidak ada.
Begitulah kaum Ndobos seperti Narpit atau DJA, yang sedikit-sedikit dalam tulisannya mengatakan, menurut Disbosky, semiotik adalah tai kucing rasa coklat. Nah, Ndobosime adalah waham yang harus kita tangkal, kan?
Hal ketiga yang bikin sial, waham Narpit ini telah memakan banyak korban, termasuk doktor dari Mbandung yang nganu, yang kini telah menjadi profesor itu, yang mengagumi Narpit. Meng-syedihkan bukan Kyai Shiny Ane El'poesya?
Narudin ini suka mengingatkan saya pada Nuruddin. Bedanya terasa tipis namun tebal.
Dalam Quran, Nar itu seringkali diartikan sebagai neraka, sedangkan Nur diartikan sebagai pelita: litukhrijannasa minaddulumati ilannuur: membawa manusia dari kegelapan pada cahaya.
Narudin itu orang yang santun, tapi akalnya goblok. Nuruddin itu orangnya goblok, tapi akalnya santun. Dua entitas yang dapat menjadi tesis antitesis.